Sektor Jasa Keuangan Jateng Triwulan III 2024 Stabil

- Reporter

Kamis, 28 November 2024 - 02:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sektor Jasa Keuangan Jateng Triwulan III 2024 Stabil/Ilustrasi OJK.

Sektor Jasa Keuangan Jateng Triwulan III 2024 Stabil/Ilustrasi OJK.

Pilarjateng.com, Semarang: Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Jateng menilai kondisi sektor jasa keuangan di provinsi ini dalam kondisi stabil. Hingga September 2024 atau triwulan III 2024, sektor ini didukung dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga.

Kepala OJK Jateng, Sumarjono menyampaikan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,66 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 468,15 triliun. Adapun kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 5,35 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 422,25 triliun dengan risiko kredit sebesar 5,68 persen.

Baca Juga:  OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK,  Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

“DPK Bank Umum di Jateng tercatat tumbuh sebesar Rp 428,49 triliun atau sebesar 7,00 persen (yoy). Total Kredit Bank Umum di Jateng mencapai Rp 384,07 triliun tumbuh sebesar 5,91 persen (yoy),” ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/11/2024).

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa Non Performing Loan(NPL) terjaga sebesar 4,71 persen. Kinerja intermediasi Bank Umum di Jateng terjaga dengan total Loan to Deposit Ratio(LDR) 89,63 persen.

Baca Juga:  OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK,  Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

“Selanjutnya, DPK BPR/S tumbuh sebesar 3,18 persen (yoy) sebesar Rp 39,66 triliun. Total kredit BPR/S naik 0,03 persen (yoy) dan DPK tumbuh 11,49 persen (yoy),” ujar Sumarjono.

Sementara, pembiayaan yang disalurkan tumbuh sebesar 13,97 persen (yoy). Nominalnya mencapai Rp 32,02 triliun dengan rasio NPF 5,38 persen.

Baca Juga:  OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK,  Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Kemudian, pada sektor Industri Keuangan Non Bank(IKNB), perusahaan pembiayaan mencatatkan peningkatan nilai piutang pembiayaan sebesar 8,69 persen(yoy). Nilainya mencapai Rp 34,29 triliun dengan NPF sebesar 2,86 persen.

“Meski demikian, modal ventura di Jateng mengalami penurunan penyaluran sebesar 9,20 persen yoy dengan nominal Rp 1,02 triliun. Selanjutnya, aset dana pensiun di Jateng tumbuh sebesar 4,57 persen (yoy) mencapai Rp 6,87 triliun,” pungkas Sumarjono.


Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK,  Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
Lawan Judi Online dan Pinjol Ilegal, Jateng Perkuat Literasi Keuangan hingga Desa
Apindo Pusat Dukung Penuh Jateng Jadi Pusat Investasi
Pemprov Jateng Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat Sasaran
OJK Terus Edukasi Masyarakat agar Tidak Menjadi Korban Penipuan Finansial
OJK Terus Edukasi Masyarakat agar Tidak Menjadi Korban Penipuan Finansial
OJK Wujudkan Industri BPR/BPRS yang Berintegritas, Tangguh dan Kontributif

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:10 WIB

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK,  Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:18 WIB

Lawan Judi Online dan Pinjol Ilegal, Jateng Perkuat Literasi Keuangan hingga Desa

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:11 WIB

Apindo Pusat Dukung Penuh Jateng Jadi Pusat Investasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:46 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:06 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB