Serapan Bulog Rendah, Polres Demak Minta Langkah Konkret Perkuat Ketahanan Pangan

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 17 April 2026 - 03:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra (tengah), dalam rapat koordinasi ketahanan pangan di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa (14/4/2026).

Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra (tengah), dalam rapat koordinasi ketahanan pangan di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa (14/4/2026).

Pilarjateng.com, Demak – Kepolisian Resor Demak, Jawa Tengah, menggelar rapat koordinasi ketahanan pangan di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa (14/4/2026). Forum lintas sektor ini menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari belum optimalnya pemanfaatan lahan hingga rendahnya serapan hasil panen oleh Bulog.

Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, Muhammad Mathori, perwakilan Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog Kancab Semarang, ADM KPH Semarang, serta sejumlah perbankan seperti BRI, Bank Mandiri, dan Bank BTN Cabang Demak.

Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, ketahanan pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Menurut dia, fluktuasi harga dan kelangkaan bahan pokok berpotensi memicu gangguan sosial.

Baca Juga:  OJK Jateng Cetak Duta Literasi Keuangan dari Kader Fatayat NU

“Ketahanan pangan ini berkaitan langsung dengan stabilitas Kamtibmas. Karena itu, perlu langkah bersama agar potensi gangguan akibat persoalan pangan dapat diantisipasi,” ujar Kapolres.

Ia menjelaskan, program ketahanan pangan yang telah dijalankan sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan pada 2026 dan menjadi prioritas nasional. Polres Demak, kata dia, turut berperan aktif dalam mendukung percepatan swasembada pangan, khususnya pada komoditas jagung.

Dalam evaluasi yang disampaikan, terdapat tiga persoalan utama di lapangan. Pertama, masih banyak lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Data menunjukkan, terdapat potensi lahan milik Polri sekitar 1.200 meter persegi, lahan pertanian sekitar 44,72 hektare, serta lahan berdasarkan data Dinas Pertanian mencapai sekitar 2.362 hektare.

Baca Juga:  Polres Wonosobo Ungkap Kasus Pembobolan Rumah, Pelaku Berhasil Diringkus Kurang dari 24 Jam

Kedua, serapan hasil panen oleh Bulog yang masih rendah. Dari target 8.500 ton pada 2026, realisasi penyerapan baru mencapai 72 ton. Kondisi ini dinilai berdampak pada stabilitas harga dan kesejahteraan petani.

Ketiga, keterbatasan akses permodalan bagi petani. Minimnya sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) disebut menjadi salah satu penyebab rendahnya pemanfaatan fasilitas pembiayaan tersebut.

“Menghadapi kondisi ini, tidak bisa ditangani secara sektoral. Perlu kolaborasi semua pihak agar solusi yang diambil tepat dan berkelanjutan,” ucap Kapolres.

Baca Juga:  Dua Anak Dilaporkan Tenggelam di Irigasi Singomerto Banjarnegara, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Melalui rakor tersebut, Polres Demak mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain optimalisasi lahan tidur, penguatan koordinasi dengan Bulog untuk meningkatkan serapan hasil panen, serta percepatan akses permodalan melalui KUR.

Selain itu, edukasi dan pendampingan kepada petani juga dinilai penting, terutama dalam pengelolaan pembiayaan dan penerapan teknologi pasca panen guna mengatasi kendala teknis, seperti pengeringan kadar air jagung.

Kapolres berharap, sinergi lintas sektor yang terbangun dalam rakor ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Demak.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal
Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Rembang Gelar Festival Literasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB