Wonosobo Ukir Prestasi Gemilang, BUMD Tunjukkan Daya Saing Nasional

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 16 April 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dianugerahi penghargaan TOP Pembina BUMD 2026, yang diterima langsung bersama Wakil Bupati Amir Husein.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dianugerahi penghargaan TOP Pembina BUMD 2026, yang diterima langsung bersama Wakil Bupati Amir Husein.

Pilarjateng.com, Wonpsobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali menegaskan dirinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) paling progresif di tingkat nasional. Tidak sekadar meraih penghargaan, capaian inimenjadi refleksi keberhasilan Wonosobo dalam membangun ekosistem BUMD yang sehat, adaptif, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Hal tersebut, dibuktikan melalui dominasi penghargaan yang diraih dalam ajang TOP BUMD Award 2026 yang digelar di Dian Ballroom Raffles Jakarta, Senin (13/4). Di tengah persaingan 248 BUMD dan BLUD terbaik dari seluruh Indonesia, Wonosobo tampil sebagai salah satu daerah paling menonjol dengan capaian lintas sektor mulai dari layanan dasar, keuangan, kesehatan, hingga usaha riil berbasis potensi lokal.

Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo menjadi penyumbang prestasi tertinggi dengan raihan TOP BUMD Bintang 5 (Golden), sekaligus mengantarkan Direktur Muhammad Sjahid sebagai TOP CEO BUMD. Capaian ini menegaskan keberhasilan transformasi layanan air minum yang tidak hanya efisien secara bisnis, tetapi juga inklusif dalam menjangkau kebutuhan masyarakat.

Di sektor keuangan, PT BPR Bank Wonosobo meraih TOP BUMD Bintang 4 dengan Galih Pambajeng sebagai TOP CEO, menunjukkan penguatan peran intermediasi keuangan daerah. Sementara itu, RSUD KRT Setjonegoro meraih TOP BLUD Bintang 3, dengan Direktur Danang Sananto Sasongko sebagai TOP CEO, mencerminkan peningkatan kualitas layanan kesehatan publik.

Baca Juga:  Kapolres Demak: Pangkat Baru Bukan Sekadar Penghargaan, Melainkan Amanah

Kontribusi juga datang dari PT BPR BKK Wonosobo dengan raihan TOP BKK Bintang 3, serta PT Perkebunan Tambi yang meraih TOP BUMD Aneka Usaha Bintang 4 dan TOP CEO untuk Suwito, sebagai representasi penguatan sektor riil berbasis komoditas unggulan daerah.

Atas capaian kolektif tersebut, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dianugerahi penghargaan TOP Pembina BUMD 2026, yang diterima langsung bersama Wakil Bupati Amir Husein.

Ajang yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah ini tidak hanya menjadi panggung apresiasi, tetapi juga ruang evaluasi dan pembelajaran bagi penguatan BUMD secara nasional. 

Ketua penyelenggara, M. Lutfi Handayani, menekankan bahwa transformasi menjadi kunci utama agar BUMD mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika zaman.

Sementara itu, Yusharto Kunto dari Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa dengan potensi aset BUMD nasional yang mencapai Rp1.240 triliun, pengelolaan profesional dan inovatif menjadi keharusan agar kontribusinya terhadap kemandirian daerah semakin optimal.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Afif Nurhidayat menegaskan bahwa penghargaan ini harus dimaknai lebih dari sekadar prestasi simbolik. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan indikator bahwa arah kebijakan dan pembinaan BUMD di Wonosobo berada pada jalur yang tepat, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks.

Baca Juga:  Polres Wonosobo Ungkap Kasus Pembobolan Rumah, Pelaku Berhasil Diringkus Kurang dari 24 Jam

Ia menekankan bahwa BUMD tidak boleh lagi berjalan dengan pola konvensional, melainkan harus bertransformasi menjadi entitas bisnis yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil serta dampak.

“Penghargaan ini adalah validasi atas kerja keras bersama, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar ke depan. BUMD Wonosobo harus terus berbenah, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan daya saing agar mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Afif menyoroti pentingnya keseimbangan antara fungsi bisnis dan fungsi pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa keberadaan BUMD tidak semata-mata untuk mengejar keuntungan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam sektor-sektor strategis seperti air minum, layanan kesehatan, dan akses pembiayaan.

“BUMD harus menjadi instrumen pembangunan daerah. Artinya, selain berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah, juga harus hadir menyelesaikan persoalan riil masyarakat, membuka akses layanan, dan memperkuat ekonomi lokal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Wonosobo Ungkap Peredaran Tembakau Sintetis, Satu Tersangka Diamankan

Dalam konteks transformasi ke depan, ia juga menekankan pentingnya digitalisasi, penguatan sumber daya manusia, serta inovasi berkelanjutan sebagai fondasi utama. Menurutnya, tanpa langkah tersebut, BUMD akan sulit bersaing di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat.

Bupati berkomitmen, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan terus memperkuat peran pembinaan, pengawasan, dan sinergi antar-BUMD agar tercipta ekosistem yang saling mendukung.

“Kami akan memastikan bahwa seluruh BUMD bergerak dalam satu visi besar pembangunan daerah. Sinergi, efisiensi, dan inovasi akan menjadi kunci agar BUMD Wonosobo tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan menjadi yang terdepan,” tambahnya.

Selain itu, Ia menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi momentum akselerasi, bukan titik akhir.

“Ini bukan garis finis. Justru ini titik awal untuk melompat lebih jauh. Kami ingin BUMD Wonosobo menjadi contoh bagaimana perusahaan daerah bisa dikelola secara profesional, memberikan kontribusi ekonomi, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,”pungkasnya.

Dengan capaian ini, Kabupaten Wonosobo tidak hanya mencatatkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga memperkuat fondasi menuju BUMD yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal
Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Rembang Gelar Festival Literasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB