Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yusuf Hariyanto, membuka Pencanangan (Kick Off) Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Wonosobo di Ballroom Front One Harvest Hotel Wonosobo, Kamis (11/6/2026).

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yusuf Hariyanto, membuka Pencanangan (Kick Off) Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Wonosobo di Ballroom Front One Harvest Hotel Wonosobo, Kamis (11/6/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo siap menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo. Dukungan tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pencanangan (Kick Off) Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Wonosobo yang digelar di Ballroom Front One Harvest Hotel Wonosobo, Kamis (11/6/2026).

Mewakili Bupati Wonosobo, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yusuf Hariyanto, menyampaikan bahwa data yang akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.

“Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik. Ketika kondisi masyarakat dan dunia usaha tergambar secara utuh, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran, baik dalam bidang ekonomi, ketenagakerjaan, pemberdayaan usaha, maupun pelayanan publik lainnya,” ujarnya saat membuka acara.

Selain itu, Yusuf menegaskan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga siap berkolaborasi dan mendukung seluruh tahapan pelaksanaan sensus agar tidak ada masyarakat maupun pelaku usaha yang terlewat dalam pendataan. Untuk itu, seluruh perangkat daerah terkait diminta berperan aktif dalam menyosialisasikan pelaksanaan SE2026 kepada masyarakat.

Baca Juga:  Polda Jateng Pastikan Personel Mahir dan Taat Gunakan Senjata Api

Menurutnya, sosialisasi yang efektif akan mendorong masyarakat dan pelaku usaha menerima petugas sensus dengan terbuka, serta memberikan data yang benar dan lengkap. Dengan demikian, hasil sensus akan menjadi sumber data berkualitas yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

“Partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, baik besar maupun kecil, sangat menentukan keberhasilan sensus ini. Data yang diberikan akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Wonosobo, Aluisius Abrianta, menjelaskan bahwa dalam satu dekade terakhir telah terjadi berbagai perubahan signifikan yang memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Perubahan tersebut mencakup pergeseran pola konsumsi, dampak pandemi Covid-19, hingga pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Menurutnya, banyak aktivitas ekonomi baru yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat namun belum pernah dipotret secara khusus melalui sensus ekonomi sebelumnya.

Baca Juga:  PLN Permudah Layanan, Pantau Listrik Cukup Lewat Kode Singkat

“Banyak aktivitas ekonomi baru yang tumbuh di tengah masyarakat. Mulai dari transaksi digital, usaha berbasis platform, hingga profesi-profesi baru seperti content creator. Seluruh perubahan ini perlu dipetakan agar menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan,” jelas Aluisius.

Ia menambahkan, selain memotret sektor usaha konvensional, Sensus Ekonomi 2026 juga akan mengumpulkan informasi terkait ekonomi digital, ekonomi kreatif, serta ekonomi lingkungan. Data yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai arah perkembangan ekonomi, baik di Kabupaten Wonosobo maupun secara nasional.

Berbagai persiapan pelaksanaan sensus telah dilakukan sejak April hingga Mei 2026 melalui kegiatan sosialisasi kepada berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat. Selanjutnya, 1.074 petugas dengan rincian 946 petugas pendataan sensus dan 128 petugas pemeriksaan akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo untuk melakukan pendataan lapangan.

Pendataan akan berlangsung secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan memanfaatkan teknologi digital melalui perangkat telepon genggam dan sistem berbasis web. Adapun objek pendataan mencakup unit usaha, perusahaan besar, usaha mikro dan kecil, serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Baca Juga:  Polres Wonosobo Ungkap Kasus Pembobolan Rumah, Pelaku Berhasil Diringkus Kurang dari 24 Jam

Kegiatan Kick Off Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Wonosobo dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, pegawai BPS Kabupaten Wonosobo, serta seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 yang mengikuti acara secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube.

  1. Sensus diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun berakhiran angka enam, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen strategis untuk memotret kondisi dan dinamika perekonomian terkini. Melalui dukungan pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan SE2026 mampu menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz Terkait Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB