Upacara HUT ke-81 RI di Wonosobo Dilaksanakan Tanpa Tenda

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo, Senin (17/8/2026).

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo, Senin (17/8/2026).

Pilarjateng.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Wonosobo, Senin (17/8/2026), berlangsung dengan suasana sederhana namun sarat makna. Upacara digelar tanpa tenda atau sekat khusus bagi jajaran pejabat. Seluruh peserta, termasuk unsur pemerintah, berdiri bersama di bawah terik matahari.

Kursi yang disediakan di lokasi upacara secara khusus diperuntukkan bagi para veteran sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah berkontribusi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Suasana tersebut menjadi simbol bahwa kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan dan pelayanan publik harus dibangun tanpa jarak dengan masyarakat.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam amanatnyamenyampaikan bahwa 81 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesia harus terus dimaknai melalui kesetaraan, baik dalam hak, kesempatan, pelayanan maupun akses terhadap hasil pembangunan.

Baca Juga:  Hadapi Dinamika Tugas, Polres Demak Uji Kebugaran Personel

“Tidak ada sekat karena jabatan, tidak ada jarak karena kedudukan. Ketika rakyat berdiri di bawah terik matahari, pemimpin pun harus mampu tegak bersama rakyat,” ujarnya.

Selain itu, kesederhanaan pelaksanaan upacara tersebut bukan semata-mata persoalan fasilitas, melainkan menjadi simbol tentang bagaimana pemerintah menempatkan diri di tengah masyarakat. Pemimpin dituntut tidak hanya hadir ketika berada dalam ruang formal, tetapi juga mampu melihat, mendengar, memahami, serta memastikan pemerintah hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Semangat kesetaraan tidak boleh berhenti sebagai simbol dalam upacara. Nilai itu harus diwujudkan dalam kebijakan, pelayanan publik, pembangunan, serta kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan melalui partisipasi dan semangat gotong royong.

Baca Juga:  Kemenag Demak dan yayasan Kemala Bhayangkari Bersinergi Perkuat Pendidikan Al-Qur’an

Pembangunan bukan hanya tentang apa yang berhasil dibangun, tetapi juga tentang bagaimana hasil pembangunan tersebut dapat dirasakan secara adil dan tidak meninggalkan siapa pun.

“Pembangunan yang kuat adalah hasil kerja bersama, dan kemajuannya harus dirasakan bersama,” tegas Afif.

Selain memberikan penghormatan kepada para veteran, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atas kerja bersama dalam menjaga dan merawat Alun-Alun Wonosobo tetap bersih, tertib, nyaman, dan terbuka bagi seluruh warga.

Alun-Alun Wonosobo bukan sekadar ruang kota, tetapi merupakan ruang bersama yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk hadir, beraktivitas, dan menikmati ruang publik tersebut.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Perempuan di Pos Ronda Demak

Selaku Inspektur Upacara, Bupati juga mengingatkan bahwa Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai pengingat jika perjuangan bangsa belum selesai. Tantangan kemerdekaan hari ini bukan lagi sekadar mempertahankan kedaulatan, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang setara untuk hidup sejahtera.

Dengan semangat nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air, bela negara, dan gotong royong, Wonosobo terus meneguhkan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang semakin adil dan kesejahteraan yang semakin merata.

“Dari Wonosobo, semangat kemerdekaan diharapkan terus menyala, pemerintah dan masyarakat berdiri bersama, bekerja bersama, menjaga bersama, dan menikmati hasil pembangunan bersama,” ucapnya dengan penuh semangat.

Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika tidak ada sekat antara pemerintah dan rakyat, ketika tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan, dan ketika kesejahteraan benar-benar dirasakan bersama.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Berita Terbaru