Kapulaga Dorong Keluarga Naik Kelas dari Keterampilan hingga Akses Pasar

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 9 September 2026 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin (tengah), meluncurkan program KAPULAGA di Kawasan Wisata Jalan Lingkar Sumbing (JALISU), Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (8/9/2026).

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin (tengah), meluncurkan program KAPULAGA di Kawasan Wisata Jalan Lingkar Sumbing (JALISU), Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (8/9/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Penguatan ekonomi keluarga terus didorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui Program Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (KAPULAGA). Program tersebut resmi diluncurkan di Kawasan Wisata Jalan Lingkar Sumbing (JALISU), Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (8/9/2026).

KAPULAGA dirancang tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, pengembangan produk, akses permodalan, pemasaran, serta fasilitasi legalitas usaha.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin mengatakan, KAPULAGA menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dengan mengembangkan potensi usaha yang ada di masing-masing daerah.

“PKK fokus pada pembinaan keluarga. Dari sektor keluarga ini, diharapkan bisa memunculkan income yang mendukung ketahanan ekonomi,” kata Nawal saat peluncuran KAPULAGA.

Menurutnya, keluarga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun perekonomian masyarakat. Tidak sedikit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh dari skala rumah tangga, kemudian berkembang hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan mancanegara.

“Banyak UMKM sukses yang berawal dari skala rumah tangga, bahkan ada yang sudah ekspor ke 11 negara,” ujarnya.

Selain itu, pembentukan kelompok KAPULAGA dilakukan dengan melihat potensi dan karakteristik masing-masing daerah. Dengan demikian, keterampilan yang diberikan tidak bersifat seragam, tetapi disesuaikan dengan sumber daya lokal dan peluang ekonomi yang tersedia.

Baca Juga:  P4N Lemhannas RI Kaji Ketahanan Energi Wonosobo

Di Desa Butuh Kidul, masyarakat mendapatkan pelatihan pengolahan berbagai komoditas lokal. Produk yang dikenalkan antara lain selai labu siam, moon cake labu, pumpkin bakpia, rice pumpkin, kimchi, serta aneka teh dan kopi bercita rasa.

Masyarakat juga mendapatkan pelatihan boga dan barista untuk menangkap peluang ekonomi yang tumbuh di kawasan wisata JALISU.

“Pelatihan disesuaikan dengan potensi daerah. Peluncuran di Wonosobo ini menjadi proyek percontohan atau pilot project,” kata Nawal.

Ia menegaskan, konsep KAPULAGA terus dikembangkan agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti setelah pelatihan selesai. TP PKK Jawa Tengah mendorong agar peserta memperoleh pendampingan lanjutan sehingga keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan.

Pendampingan tersebut mencakup pengembangan kualitas dan kemasan produk, fasilitasi permodalan, pemasaran, serta pengurusan berbagai perizinan yang dibutuhkan pelaku usaha, termasuk dukungan terhadap pemenuhan sertifikasi halal.

“Jadi pelatihan ini jangan berhenti pada bisa membuat produk. Kami ingin sampai pada pendampingan, akses permodalan, dan pemasaran, sehingga keterampilan yang diberikan benar-benar bisa menjadi sumber penghasilan keluarga,” tegasnya.

Baca Juga:  Dindikpora Rembang Beri Pemahaman Hukum kepada Guru PJOK untuk Mitigasi Risiko Pembelajaran

Nawal menargetkan KAPULAGA dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal, program tersebut diharapkan semakin banyak membuka kesempatan bagi keluarga untuk mengembangkan usaha sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi kolaborasi TP PKK Jawa Tengah dan TP PKK Kabupaten Wonosobo dalam menjalankan KAPULAGA.

Menurutnya, kawasan JALISU memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar. Pertumbuhan warung, kafe, angkringan, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut menunjukkan adanya peluang yang perlu ditangkap dan dikembangkan bersama.

“Pelatihan KAPULAGA ini berbasis keluarga. Tadi kami juga menyapa komunitas kopi yang ternyata belum tersentuh, padahal berada di jalur yang bagus,” ujar Taj Yasin.

Ia mendorong pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bersama-sama mengembangkan kawasan tersebut. Menurutnya, perkembangan pariwisata harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penguatan UMKM dan ekonomi keluarga.

Selain keterampilan, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong hilirisasi produk KAPULAGA. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan akses pemasaran, fasilitasi perizinan edar, dan sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Baca Juga:  RS Bhina Bhakti Husada Rembang Juara Turnamen Futsal Bhina Group

Dengan jumlah UMKM Jawa Tengah yang mencapai sekitar 4,4 juta unit, penguatan UMKM berbasis keluarga dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Produk-produk lokal yang lahir dari rumah tangga diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Terkait kegiatan tersebut, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menyambut baik peluncuran KAPULAGA di Desa Butuh Kidul. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mengurangi kemiskinan melalui penguatan ekonomi masyarakat, khususnya keluarga dan kelompok usaha kecil.

Ia menilai, pengembangan ekonomi tidak cukup dilakukan melalui bantuan yang bersifat sesaat. Masyarakat perlu diberikan keterampilan, akses, pendampingan, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki agar mampu tumbuh secara mandiri.

Afif berharap KAPULAGA dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat di Wonosobo. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, PKK, pelaku usaha, serta masyarakat dinilai penting agar potensi lokal di setiap wilayah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.

 

 

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB