Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 10 September 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, memberikan arahan dan evaluasi kepada seluruh kepala dapur atau kepala SPPG di wilayah Rembang, Kamis (10/9).

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, memberikan arahan dan evaluasi kepada seluruh kepala dapur atau kepala SPPG di wilayah Rembang, Kamis (10/9).

Pilarjateng.com, Rembang – Badan Gizi Nasional (BGN) bersikap tegas menyikapi dugaan kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak layak dan melanggar standar akan langsung ditutup secara permanen.

​Pernyataan keras itu dilontarkan oleh Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono. Dirinya langsung memberikan arahan dan evaluasi kepada seluruh kepala dapur atau kepala SPPG di wilayah Rembang.

​”Yang jelas kalau ada bangunan yang sudah keracunan, dapurnya jelek, kita tutup permanen. Karena itu membahayakan,” kata Trenggono kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

Badan Gizi Nasional (BGN) bersikap tegas menyikapi dugaan kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang.

Baca Juga:  Bidpropam Polda Jateng Ingatkan Polisi Jaga Etika dan Hindari Judol

“Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak layak dan melanggar standar akan langsung ditutup secara permanen,” tegasnya.

​Pernyataan keras itu dilontarkan oleh Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, saat memberikan arahan dan evaluasi kepada seluruh kepala dapur atau kepala SPPG di wilayah Rembang.

​”Yang jelas kalau ada bangunan yang sudah keracunan, dapurnya jelek, kita tutup permanen. Karena itu membahayakan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, ​Trenggono juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Menurutnya, insiden keracunan makanan pada siswa umumnya terjadi akibat adanya ketidakpatuhan.

​”Sering saya sampaikan bahwa intinya kalau ada kejadian, pasti adalah ketidakpatuhan terhadap SOP. Nah ini yang makanya harus kita tekankan terus kepada kepala dapur, kadang-kadang manusia lengah,” tutur Trenggono.

Baca Juga:  Tim URC Polres Wonosobo Intensifkan Patroli Cegah Kejahatan Jalanan

​”Tapi kan saya sampaikan bahwa kelengahan ini berakibat fatal. Kelengahan ini bisa berakibat kepada anak-anak siswa-siswa kita yang mengalami keracunan makanan,” sambungnya.

​Adapun langkah antisipasi, kini BGN menggandeng Pemerintah Kabupaten Rembang untuk melakukan pengawasan langsung ke setiap dapur SPPG.

​”Jadi nanti mungkin juga akan dilakukan oleh Wakil Bupati, akan mengadakan pengawasan langsung ke tiap-tiap dapur,” jelas Trenggono.

​Jika ditemukan fasilitas dapur yang kurang layak, kepala daerah akan mengirimkan surat resmi kepada BGN. Surat tersebut nantinya menjadi dasar pengeluaran rekomendasi penutupan atau sanksi.

Baca Juga:  Satpol PP Rembang dan Bea Cukai Sita 1.716 Batang Rokok Ilegal di Tiga Lokasi

​Sementara itu, hingga malam ini tercatat masih ada 28 anak yang terdampak akibat kejadian tersebut. Namun, kondisi medis para siswa dipastikan sudah berangsur pulih.

​”Besok rencananya kami akan cek untuk siswa-siswa yang terdampak, yang sampai dengan malam ini informasi masih 28 anak. Nanti kan kita cek satu-satu, tapi informasinya sudah ke arah yang membaik,” ungkapnya.

​Trenggono juga mengapresiasi kesigapan Wakil Bupati Rembang yang langsung menangani para korban secara cepat saat insiden terjadi. Esok hari, pihak BGN dijadwalkan menjenguk para siswa untuk mendongkrak moral dan memberikan motivasi agar mereka bisa segera kembali belajar.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
P4N Lemhannas RI Kaji Ketahanan Energi Wonosobo

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB