Tahun 2024 Kansar Semarang Selamatkan 1.007 Orang

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 4 Januari 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tim Kansar Semarang.

Ilustrasi Tim Kansar Semarang.

Pilarjateng.com, Semarang – Selama tahun 2024, Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang atau Kansar Semarang telah melaksanakan total operasi SAR sebanyak 170 kejadian. Dari 170 kejadian tersebut, tercatat sebanyak 1.007 orang dinyatakan selamat, 120 orang meninggal dunia dan 25 orang dinyatakan hilang.

Adapun dari 170 kejadian tersebut, terbagi menjadi 5 kategori yakni Kecelakaan Pesawat Udara /KPU dengan nihil kejadian, Kecelakaan Kapal/KK dengan 20 kejadian, Kondisi Membahayakan Manusia/KMM dengan 123 kejadian, Bencana dengan 10 kejadian dan Kecelakaan Penanganan Khusus atau KPK dengan 17 kejadian.

Baca Juga:  P4N Lemhannas RI Kaji Ketahanan Energi Wonosobo

“Yang terbanyak korban meninggal adalah pada KMM dimana dari 123 kejadian, 101 orang dinyatakan meninggal, 29 selamat, sedangkan 5 dinyatakan hilang. Kejadian KMM itu seperti orang hanyut di sungai, tenggelam di rawa atau embung, orang terjebur sumur atau juga hilang di gunung” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, dalam press release, Sabtu (4/12/2025).

“Sedangkan korban hilang terbanyak pada kecelakaan laut yang mencapai 20 orang hilang atau 75% dari total yang hilang, terutama dari nelayan, sehingga butuh perhatian khusus,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Budiono juga menjelaskan, bahwa banyaknya korban yang hilang di laut disebabkan karena minimnya alat keselamatan di kapal dan juga sangat luasnya area pencarian.

“Laut merupakan area yang sangat luas dan seringnya kondisi arus laut yang berubah menyebabkan korban yang hilang dilaut sangat sulit dilacak keberadaannya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan operasi SAR pada tahun 2024 mengalami peningkatan bila dibandingkan pada tahun 2023. Bila pada tahun 2023 Kansar Semarang menangani sebanyak 156 kejadian, maka pada tahun 2024 ini ada 170 kejadian. Sehingga, ada kenaikan sebanyak 14 Kejadian.

Baca Juga:  88 Siswa MAN 2 Rembang Alami Gejala Diare, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

“Ada peningkatan 9 persen kejadian yang kami tangani pada tahun 2024 daripada tahun 2023 kemarin, yakni dari 156 operasi SAR menjadi 170 operasi SAR. Itupun kejadian yang dilaporkan ke kami, karena terkadang ada kejadian yang tidak dilaporkan ke kami karena sudah bisa tertangani dahulu oleh para potensi SAR,” pungkas Budiono.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB