Evaluasi Strategi dan Langkah Pencegahan Pemborosan Pangan Kabupaten Demak

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 6 Februari 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Evaluasi Strategi dan Langkah Operasional Upaya Pencegahan Pemborosan Pangan, di ruang rapat Bapperida Kab Demak, Rabu (5/2/2025).

Rapat Evaluasi Strategi dan Langkah Operasional Upaya Pencegahan Pemborosan Pangan, di ruang rapat Bapperida Kab Demak, Rabu (5/2/2025).

Pilarjateng.com, Demak – Kepala Bidang Perekonomian, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bapperida Demak, Ahmad Nur Azizul, menyampaikan pentingnya pengelolaan food loss dan food waste guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Menurutnya, food loss terjadi ketika makanan hilang selama proses produksi, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi. Sementara itu, food waste merupakan makanan yang terbuang meskipun masih layak konsumsi.

Hal tersebut di sampaikan pada Rapat Evaluasi Strategi dan Langkah Operasional Upaya Pencegahan Pemborosan Pangan, bertempat di ruang rapat Bapperida setempat. Rabu (5/2/2025).

“Berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP), jumlah food loss dan waste secara global mencapai 1,3 miliar ton atau setara dengan sepertiga dari total produksi pangan dunia. Di Indonesia, angka ini diperkirakan mencapai 23-48 juta ton per tahun, dengan dampak ekonomi sebesar Rp 213-551 triliun atau sekitar 4-5% dari PDB nasional,” kata Azizul.

Baca Juga:  Job Fair Rembang Buka Ribuan Lowongan Kerja

Beberapa penyebab utama food loss antara lain rendahnya mutu hasil panen, permasalahan penyimpanan dan pengemasan, kurangnya permintaan pasar, serta harga yang fluktuatif.

“Sementara itu, food waste banyak disebabkan oleh kebiasaan tidak menghabiskan makanan, porsi makan berlebihan, membeli atau memasak makanan yang tidak disukai, serta faktor gengsi,” tambahnya.

Baca Juga:  Kapolres Demak Dorong Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Cegah Kebakaran

Komposisi sampah pangan di Indonesia didominasi oleh rumah tangga (42,21%), diikuti sektor perniagaan (19,11%), pasar (15,26%), perkantoran (6,72%), fasilitas publik (6,71%), kawasan (6,42%), dan sumber lainnya (3,55%).

Lebih lanjut Azizul menjelakan, bahwa
d7ampak dari tingginya food loss dan waste sangat signifikan, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Secara lingkungan, hal ini berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca.

“Dari sisi ekonomi, kerugian mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Sedangkan secara sosial, potensi pangan yang terbuang dapat digunakan untuk  makan sekitar 61-125 juta orang,” ungkap Azizul.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Wonosobo Ungkap Peredaran Tembakau Sintetis, Satu Tersangka Diamankan

Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, strategi pengelolaan food loss dan waste di Indonesia mencakup perubahan perilaku masyarakat, perbaikan sistem pangan, penguatan regulasi, pemanfaatan limbah pangan, serta pengembangan kajian dan pendataan yang lebih akurat.

Ahli Muda Perencana Bapperida Demak, Agus Budiyono, menyampaikan bahwa dalam evaluasi matriks strategi pencegahan pemborosan pangan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki tugas untuk melakukan diseminasi informasi melalui berbagai platform media.

“Sepanjang tahun 2024, berbagai upaya telah dilakukan termasuk penyelenggaraan talk show, iklan layanan masyarakat (ILM), serta pemberitaan di berbagai media,” ucap Agus Budiyono.9
 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal
Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Rembang Gelar Festival Literasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:45 WIB

Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB