Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Jadi Langkah Preventif Masalah Kesehatan Masyarakat

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 13 Februari 2025 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Bupati Kudus, Herda Helmijaya, meninjau PKG di Puskesmas Rejosari, Dawe, Kamis (13/02/2025).

Penjabat Bupati Kudus, Herda Helmijaya, meninjau PKG di Puskesmas Rejosari, Dawe, Kamis (13/02/2025).

Pilarjateng.com, Kudus – Masyarakat Kabupaten Kudus sudah bisa menikmati Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang telah dilaksanakan Kabupaten Kudus sejak 10 Februari lalu. Penjabat Bupati Kudus, Herda Helmijaya menjelaskan program ini bisa menjadi langkah preventif dan meningkatkan motivasi untuk menerapkan Pola Hidup Sehat.

“Program ini sangat bagus terutama langkah preventif masalah kesehatan. Jadi jangan dilihat kalau periksa terus ketahuan semua penyakitnya. Tapi jadi langkah pencegahan sehingga diharapkan tidak ada masalah kesehatan serius,” tuturnya saat meninjau PKG di Puskesmas Rejosari, Dawe, Kamis (13/02/2025).

Herda menyampaikan program ini merupakan salah satu dari delapan Program Hasil Terbaik Cepat Asta Cita Presiden. Tujuannya untuk meningkatkam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, program tersebut untuk menciptakan generasi emas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  DPR Dorong Rujukan Berbasis Kompetensi, Pasien Tak Perlu Transit Antar Rumah Sakit

Pj. Bupati melihat masyarakat antusias terhadap PKG ulang tahun. Terbukti, selama 2 hari yakni sejak 10 Februari dibuka, sudah ada 100 orang yang berpartisipasi.

“Program ini salah satu Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Dan Alhamdulillah disambut positif masyarakat,” jelasnya.

Menurut Herda, PKG bisa meningkatkan data terkait kesehatan masyarakat. Pihaknya meminta agar pendataan kesehatan juga harus dianalisis sehingga ada tindak lanjut strategis. Dari itu bisa menjadi acuan, seperti tenaga kesehatan yang dibutuhkan maupun ketersediaan obat.

“Kegunaan data itu luar biasa penting untuk menentukan keputusan. Baik tenaga kesehatan, ketersediaan obat, dan lain sebagainya. Sehingga kalau bisa tak hanya data, tapi juga dianalisis,” ucapnya. 

Pihaknya juga mengingatkan masalah yang sedikit banyak berdampak pada kesehatan. Dua hal tersebut adalah pengelolaan sampah dan pengelolaan air. Permasalahan bisa diselesaikan dengan kolaborasi baik dari Forkopimcam maupun Forkopimda.

Baca Juga:  Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Pj. Bupati yakin masalah teratasi mengingat kinerja seluruh pihak terbukti tanggap dan sigap dalam penanganan bencana.

“Kalau kita berkolaborasi, saya yakin pengelolaan air dan dan penanganan sampah dapat teratasi. Apalagi TNI dan Polri di sini luar biasa sigap,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dr Andini Aridewi menjelaskan terdapat 3 program PKG. Di antaranya PKG ulang tahun untuk semua umur baik bayi baru lahir sampai lansia.

Kemudian PKG sekolah ditujukan untuk anak sekolah dan remaja  yang dilaksanakan di awal tahun ajaran baru. Lalu PKG khusus bagi ibu hamil, bayi, anak sampai usia 6 tahun di posyandu dan faskes.

“PKG bayi baru lahir bisa dilaksanakan di rumah sakit atau faskes tempat dilahirkan. Sementara PKG sekolah dilaksakanan di sekolah dan madrasah,” paparnya.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Demak Serahkan Empat Kaki Palsu kepada Penyandang Disabilitas

Masyarakat dapat mendaftar PKG ulang tahun sampai H+30 lewat aplikasi Satu Sehat Mobile atau langsung ke faskes terdekat dengan membawa data diri.

Sementara itu, Program PKG ulang tahun di Kudus sudah berlangsung sejak 10 Februari. Sebanyak 135 orang mendaftar pada 10-12 Februari.

“Sudah ada 135 orang yang kemarin mendaftar, tapi yang datang periksa sekitar 100 orang,” imbuhnya. 

Salah satu masyarakat, Ahmad Abdul Aziz (23), warga Desa Japan Kecamatan Dawe senang dengan PKG. Pihaknya menjelaskan kado ulang tahun berupa cek kesehatan sangat berguna terutama untuk mengetahui kondisi tubuh.

“Alhamdulillah, bisa cek kesehatan gratis. Sehingga bisa lebih aware kalau ada potensi-potensi yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz Terkait Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB