Pemkab Wonosobo Siap Sukseskan Program Sekolah Rakyat

Avatar photo

- Reporter

Senin, 2 Juni 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat kanan) saat mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di gedung Balai Latihan Kerja (BLK), sebagai lokasi sementara Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Minggu (1/6/2025)..

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat kanan) saat mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di gedung Balai Latihan Kerja (BLK), sebagai lokasi sementara Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Minggu (1/6/2025)..

Pilarjateng.com, Wonosobo –  Pemerintah Kabupaten Wonosobo siap menyukseskan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan, dengan memastikan semua anak usia sekolah mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa terkendala masalah ekonomi.

Komitmen ini, ditegaskan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di gedung Balai Latihan Kerja (BLK), sebagai lokasi sementara Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Minggu (1/6/2025).

Selain itu, Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat sebagai program strategis pemerintah pusat yang akan sangat membantu masyarakat kurang mampu di daerah. Ia menyebutkan, mulai tahun ajaran baru mendatang, Sekolah Rakyat di Wonosobo akan menerima 100 siswa jenjang SMA yang berasal dari keluarga miskin.

Baca Juga:  Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemkab Rembang Gelar Festival Literasi

“Komitmen kami jelas, mulai tahun 2025 tidak boleh ada lagi anak-anak usia sekolah di Kabupaten Wonosobo yang tidak melanjutkan pendidikan karena alasan ekonomi, sekolah Rakyat akan menjadi pilar penting dalam memutus rantai kemiskinan dan menyukseskan program wajib belajar 12 tahun,” tegasnya.

Menjadi suatu kewajiban Pemkab Wonosobo untuk memberikan advokasi dan juga anggaran agar semua anak-anak di Kabupaten Wonosobo mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi.

Bupati berkomitmen, akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran, guna memastikan keberhasilan program Sekolah Rakyat sebagai solusi pendidikan inklusif dan berkeadilan. Jangka panjang, Pemkab akan mengalokasikan lahan sekitar 8 hektare untukmembangun kompleks permanen Sekolah Rakyat dari jenjang SD sampai SMA, menggantikan lokasi sementara di gedung BLK.

Baca Juga:  Tingkatkan Profesionalisme, Polres Demak Gelar Latihan Menembak

Hal senada, juga disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Wonosobo, Harti, bahwa Sekolah Rakyat Wonosobo akan memulai operasional dengan menempati gedung BLK yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian PUPR, sambil menunggu pembangunan gedung permanen. 

“Pada tahap awal, Sekolah Rakyat akan menampung 100 siswa dalam 4 rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa, lengkap dengan fasilitas berasrama dan didukung oleh 22 tenaga pengajar,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf atau yang akrab disebut Gus Ipul, berkesempatan berdialog langsung dengan calon siswa dan orang tua untuk mendengarkan aspirasi serta memastikan kesiapan pelaksanaan program ini di daerah. Ia menyoroti pentingnya keberadaan Sekolah Rakyat untuk mengatasi berbagai biaya tersembunyi dalam pendidikan yang sering menjadi beban keluarga miskin.

Baca Juga:  Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

“Sekolah Rakyat hadir sebagai jembatan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa tetap mengenyam pendidikan yang layak,” ujar Gus Ipul.

Menteri Sosial juga menjelaskan bahwa secara nasional, tahun ini Presiden menargetkan pendirian 100 Sekolah Rakyat dari APBN dan 100 lainnya melalui partisipasi swasta di daerah-daerah yang telah memenuhi kriteria. Seluruh proses pembangunan, rekrutmen guru, seleksi siswa, hingga penyusunan kurikulum kini tengah dipercepat agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada Juli 2025.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Bupati yang bergerak cepat, gedung sementara telah dinyatakan layak oleh Kementerian PUPR, hanya perlu sedikit renovasi,” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung
Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang
Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng
Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang
10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas
Diduga Jalankan Investasi Bodong, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Snatboost
Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:02 WIB

Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02 WIB

Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:34 WIB

Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:11 WIB

Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:41 WIB

10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas

Berita Terbaru