Kongres Kebudayaan Jawa III, Perkuat Penguatan bahasa dan sastra Jawa

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 18 November 2025 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III Kabupaten Wonosobo Tahun 2025, di Pendopo Selatan, Senin (17/11/2025).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III Kabupaten Wonosobo Tahun 2025, di Pendopo Selatan, Senin (17/11/2025).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Lingkungan pendidikan terutama para guru memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai, bahasa, serta pengetahuan budaya melalui metode yang adaptif dan kreatif. Selain itu, dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola belajar generasi muda juga dituntut adanya pendekatan baru dalam mengenalkan budaya yang lebih inklusif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, saat membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III Kabupaten Wonosobo Tahun 2025, di Pendopo Selatan, Senin (17/11/2025).

Musofa menjelaskan, Kongres Kebudayaan Jawa III menghasilkan berbagai arahan strategis yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan. Dimana, pelestarian, penyebaran, dan inovasi budaya Jawa harus berjalan beriringan melalui langkah-langkah yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini.

“Beberapa arah kebijakan penting antara lain Penguatan bahasa dan sastra Jawa. Peningkatan dokumentasi budaya melalui media modern, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polres Wonosobo Bekuk Empat Tersangka Pencurian dengan Kekerasan di SPBU Selokromo

Terkait pengajuan Aksara Jawa ke UNESCO, menurutnya perlu adanya dukungan akademik dan dokumentasi yang kuat, sehingga peran guru menjadi sangat penting dalam menumbuhkan pemahaman dan apresiasi siswa terhadap aksara serta budaya Jawa.

Musofa berharap kegiatan ini dapat menerjemahkan arahan kongres ke langkah nyata di sekolah-sekolah, di antaranya melalui model pembelajaran yang memperkaya literasi budaya, memberi ruang kreativitas bagi siswa, serta mendukung dokumentasi budaya menggunakan media digital.

“Pelestarian budaya perlu disajikan secara kreatif, dekat dengan keseharian generasi muda, dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Saya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ruang refleksi, kolaborasi, dan inovasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jabatan Wakapolres Demak Diserahterimakan dari Kompol Hendrie Suryo Liquisasono kepada Kompol Yuniarto Assidiq

Ketua MGMP Bahasa Jawa SMA Kabupaten Wonosobo, Triana Kanthi Wati, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kongres Kebudayaan Jawa III telah menghasilkan banyak rekomendasi mengenai pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan budaya, sastra, bahasa, dan aksara Jawa. Menurutnya, guru sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan siswa tiap hari, memiliki posisi kuat untuk melestarikan budaya tersebut secara berkelanjutan.

Triana juga menjelaskan kegiatan ini diikuti 50 guru dari SMP, SMA, dan SMK, sebagai bukti bahwa semangat melestarikan budaya Jawa tetap tinggi.

“Hari ini kita belajar bersama, berdiskusi, dan menyusun strategi agar kebudayaan terasa menarik dan bermanfaat bagi generasi Z. Semangat ini membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak akan pernah surut,” tegasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Wonosobo dan seluruh pihak yang memfasilitasi terlaksananya kegiatan tersebut.

Baca Juga:  RS Bhina Bhakti Husada Rembang Juara Turnamen Futsal Bhina Group

Perwakilan Dinas Kebudayaan DIY, Setya Amrih Prasaja menambahkan,  kegiatan dua hari yang berisi diskusi dan pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi implementatif untuk memperkuat pembelajaran budaya di sekolah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan strategi pengajaran budaya yang relevan, inovatif, dan mudah diterapkan oleh para guru di kelas,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Wonosobo berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antar-guru, antar-sekolah, dan dengan berbagai lembaga kebudayaan. Selain memperkuat identitas budaya di tingkat lokal, langkah ini juga menjadi bagian dari kontribusi Wonosobo dalam menyongsong Kongres Kebudayaan Jawa IV di Jawa Tengah.

“ini menjadi momentum penting untuk melahirkan program dan tindakan nyata yang dapat diterapkan di setiap satuan pendidikan, sehingga budaya Jawa tetap hidup melalui pembelajaran yang menarik, relevan, dan penuh kreativitas,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB