Desa Buntu Wonosobo menjadi Percontohan Desa Damai Berkelanjutan

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 28 Februari 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

The Asian Muslim Action Network (AMAN Indonesia) bersinergi dengan Pemerintah Desa Buntu Kejajar,  melaunching Program Desa Damai Berkelanjutan, Kamis (27/2).

The Asian Muslim Action Network (AMAN Indonesia) bersinergi dengan Pemerintah Desa Buntu Kejajar,  melaunching Program Desa Damai Berkelanjutan, Kamis (27/2).

Pilarjateng.com  Wonosobo – The Asian Muslim Action Network (AMAN Indonesia) bersinergi dengan Pemerintah Desa Buntu Kejajar,  melaunching Program Desa Damai Berkelanjutan yang bertujuan untuk untuk meningkatkan ketahanan komunitas (Community Resilience) serta mempromosikan toleransi dan kohesi sosial, Kamis (27/2/2025).

Launching DDB di GOR Desa Buntu ini, dihadiri oleh secara langsung oleh Direktur AMAN Indonesia, Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Forkopimca Kecamatan Kejajar, Kepala Desa, Perangkat Desa dan berbagai tokoh masyarakat dan pemuda di Desa Buntu, Kecamatan Kejajar.

Kepala Desa Buntu, Suwoto menjelaskan, bahwa Program Desa Damai Berkelanjutan ini diharapkan mampu menciptakan menciptakan lingkungan yang harmonis, menguatkan peran perempuan, serta memastikan perlindungan terhadap anak, mewujudkan Desa Buntu yang lebih bersatu dan sejahtera.

Baca Juga:  Satpol PP Rembang dan Bea Cukai Sita 1.716 Batang Rokok Ilegal di Tiga Lokasi

“Pembentukan Desa Damai Berkelanjutan merupakan bagian dari program strategis pemerintah desa. AMAN Indonesia mendukung program ini, mengacu pada 10 indikator utama pemerintah pusat, termasuk penguatan perempuan dan perlindungan anak serta mendukung perempuan dalam proses pembangunan desa Buntu,” lanjut Suwoto. 

Sementara itu, Direktur AMAN Indonesia, Dwi Rubiyanti Kholifah,  mengapresiasi peran pemerintah desa dalam keberagaman yg tercipta di Desa Buntu hingga saat ini. Menurutnya, peran perempuan terbukti mewarnai pendidikan hingga perdamaian lingkungan hingga berdaya di Desa. 

Baca Juga:  Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

“Kami berharap agar semua elemen berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan DDB di Desa Buntu ini, yang nantinya akan menjadi percontohan tidak hanya di Wonosobo, Jawa Tengah namun mampu menginsipirasi Indonesia,” tuturnya.  

Dalam kesempatan yg sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak,  Dyah Retno Sulistyowati,  menyampaikan penunjukan Desa Buntu sebagai Desa Damai Berkelanjutan sangat tepat karena Desa Buntu Kecamatan Kejajar dikenal sebagai Desa dengan nilai toleransi yang tinggi.

Memiliki masyarakat dengan empat agama berbeda, warga desa tersebut memiliki toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama. 

Baca Juga:  Dindikpora Rembang Beri Pemahaman Hukum kepada Guru PJOK untuk Mitigasi Risiko Pembelajaran

“Ditetapkannya Desa Buntu menjadi Desa Damai Berkelanjutan dalam implementasi yg sesungguhnya di kehidupan sehari2, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak terwujud di Kabupaten Wonosobo dengan dukungan penuh oleh Pemerintah,” ujar Dyah.

Tidak hanya dikaruniai keindahan alam pemandangan lereng Gunung Sindoro, tetapi Desa Buntu juga memiliki keindahan sikap warga yang sangat menghargai keragaman.

“Hampir 3.000 jiwa warga dengan agama Islam, Katolik, Kristen Protestan dan Budha dapat hidup berdampingan selama bertahun-tahun, sehingga Desa Buntu ini cocok dijadikan contoh untuk membangun rasa toleransi dari keragaman dan perbedaan,” ungkap Dyah.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB