OJK Jateng Dukung Pengembangan Ekonomi Daerah Melalui Penguatan Pertanian

Avatar photo

- Reporter

Senin, 20 Januari 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah,  Sumarjon (kiri) bersama Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kelompok Tani Hutan (KTH) pada kegiatan Panen Raya di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa (14/1/2025).

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah,  Sumarjon (kiri) bersama Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kelompok Tani Hutan (KTH) pada kegiatan Panen Raya di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa (14/1/2025).

Pilarjateng.com, Grobogan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peran Lembaga Jasa Keuangan dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui optimalisasi akses keuangan di ekosistem sektor pertanian. Demikian disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah,  Sumarjono dalam sambutannya pada kegiatan Panen Raya Jagung yang dihadiri Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di lahan seluas 578 hektar berlokasi di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa (14/1/2025).

Sumarjono menyampaikan bahwa OJK telah mengarahkan agar lembaga jasa keuangan mendukung pembiayaan program pengembangan sektor pertanian di Jawa Tengah. Termasuk yang dilakukan di Kabupaten Grobogan guna meningkatkan produktivitas, membangun ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan wadah sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan produtivitas dan kualitas pertanian.  Sehingga harapannya bisa terbentuk sebuah ekosistem keuangan inklusif yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,” kata Sumarjono.

Baca Juga:  Polres Demak Gelar Panen Raya Jagung

Sumarjono dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada Pemda Jateng dan Kabupaten Grobogan beserta segenap jajarannya yang secara aktif melaksanakan kegiatan panen raya ini sebagai solusi permasalahan di sektor pertanian.  Yaitu tingginya disparitas harga produk pertanian dari petani dengan konsumen.

Selain itu Sumarjono juga memberikan apresiasi kepada para petani yang atas jerih payah, kerja keras, ketekunan dan dedikasinya sehingga panen raya dapat terselenggara. Menurutnya, hasil panen yang melimpah ini tentunya merupakan buah dari kerja keras bersama dan dukungan berbagai pihak yang turut berperan serta.

“Diharapkan program yang baik ini dapat diterapkan di daerah lain agar bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Sumarjono.

Baca Juga:  Lantik 76 PNS, Bupati Rembang Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab

Sementara itu, Pj. Gubernur Jateng,  Nana Sudjana menuturkan bahwa produktivitas lahan yang ditanami jagung tersebut mencapai 8 sampai 10 ton per hektare, sehingga total jumlah produksi bisa sampai 4.624 ton-5.780 ton.

“Ini juga berkaitan dengan kebijakan Presiden terkait swasembada pangan. Beliau menyampaikan untuk menghentikan impor beberapa komoditas pangan, antara lain beras, jagung, garam, dan gula,” ucap Nana.

“Tambahan produksi ini memperkuat Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi lumbung pangan, (berupa) padi dan jagung,” tambahnya.

Nana berharap panen raya jagung menjadi motivasi untuk mewujudkan swasembada pangan, dan menjaga laju inflasi. Menurutnya, panen raya jagung itu merupakan tindak lanjut program New Food Supply Chain pada komoditas beras, jagung dan cabai, yang telah dikukuhkan pada 1 November 2024 lalu, dalam acara Jateng Inspiring Economic Effort Award.

Program tersebut diharapkan menjadi solusi, baik bagi petani, industri, maupun masyarakat. Bagi petani, program tersebut akan membantu mendapat kepastian pasar dan harga, sementara bagi pengusaha dan masyarakat akan mendapat kepastian pasokan dan harga komoditas yang terjangkau karena rantai distribusinya yang pendek.

Baca Juga:  Hardiknas 2026 di Rembang dan Pati Tampilkan Kreativitas Pelajar

Hasil panen jagung tersebut langsung ditampung oleh industri, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Mulia Harvest Agritech, PT CJ Feed and Care, dan PT Malindo Feedmill, dengan nilai Rp20,49 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Grobogan, Sri Sumarni menyampaikan bahwa penanaman jagung oleh petani dilakukan dengan sistem methuk. Sehingga sebelum dipanen, petani sudah menanam bibit baru, sehingga masa panennya bisa lebih banyak.

“Pemkab Grobogan dan PT BPR BKK Purwodadi berkomitmen mendampingi sektor pertanian hulu-hilir, dari tanam sampai penjualan,” kata Sri Sumarni.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Pesepakbola Cilik Ikuti Festival FORSGI di Stadion Krida Rembang
Polres Demak Sita 324 Botol Miras dalam Razia di Tiga Kecamatan
Dua Jabatan Strategis di Polres Demak Berganti, Kapolres Dorong Kinerja Profesional
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Kasus Narkoba di Demak
Solusi Bangun Indonesia Salurkan 21 Ekor Hewan Kurban untuk Masyarakat di Cilacap
Warga Kumendung Rembang Sembelih Sapi Kurban Bantuan Presiden Seberat 1 Ton Lebih
Idul Adha 1447 H, Polres Demak Salurkan Daging Kurban kepada Masyarakat
Polres Demak Amankan Pasar Rakyat dan Tradisi Grebeg Besar

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:37 WIB

Puluhan Pesepakbola Cilik Ikuti Festival FORSGI di Stadion Krida Rembang

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:17 WIB

Polres Demak Sita 324 Botol Miras dalam Razia di Tiga Kecamatan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:55 WIB

Dua Jabatan Strategis di Polres Demak Berganti, Kapolres Dorong Kinerja Profesional

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:14 WIB

Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Kasus Narkoba di Demak

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:21 WIB

Solusi Bangun Indonesia Salurkan 21 Ekor Hewan Kurban untuk Masyarakat di Cilacap

Berita Terbaru