Pabrik Kemasan Kertas Asal Tiongkok Berinvestasi di Kendal

Avatar photo

- Reporter

Senin, 4 Mei 2026 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sakina Rosellasari (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng).

Sakina Rosellasari (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng).

Pilarjateng.com, Kendal – Provinsi Jawa Tengah tetap dipercaya investor sebagai tempat aman berusaha, di tengah dinamika global. Teranyar, pabrik kemasan kertas asal Tiongkok, PT Hoi Fu, berinvestasi sebesar Rp1,12 triliun di KEK Kendal dan berpeluang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, membenarkan hal itu. Menurutnya, kondusivitas keamanan menjadi salah satu alasan penanaman modal asing. Bahkan, investor asing mendominasi investasi di Jateng.

Buktinya, imbuh Sakina, pada triwulan I 2026, investasi asing mencapai 58 persen dari total penanaman modal pada periode tersebut, yang menembus angka Rp23,02 triliun.

Baca Juga:  Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

“Banyak fasilitas yang diberikan, termasuk juga pernyataan Bapak Gubernur Ahmad Luthfi, bahwa menjaga keamanan dan iklim kondusif itu penting. Dengan itu, ketika investor masuk, keamanannya terjaga,” ujar Sakina, Senin (4/5/2026).

Ia mengatakan, fasilitas yang diberikan kepada investor bermacam-macam, seperti tax allowance, tax holiday, hingga tax deduction, yang diberikan ketika investor menanamkan modalnya di kawasan ekonomi khusus.

Di samping itu, pada kawasan tersebut juga terdapat administrator yang bertugas mengurus berbagai perizinan, sehingga investor dapat fokus mengembangkan usahanya.

Baca Juga:  Bulan Dana PMI 2026 Dibuka, Pemkab Demak Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Kemanusiaan

Sakina menjelaskan, Pemprov Jawa Tengah turut ambil bagian dalam fase awal, seperti perizinan di DPMPTSP serta penerbitan certificate of origin (asal barang) oleh Disperindag Jateng.

“PMA memang kewenangan pusat. Namun, kami juga melakukan pendampingan ketika ada permasalahan. Kami turut memfasilitasi komunikasi dengan berbagai kementerian,” ucapnya.

Selain itu, komunikasi juga dijalin dengan para investor yang tergabung dalam asosiasi dagang masing-masing negara.

“Kesulitan teknis maupun nonteknis bisa disampaikan untuk dicarikan solusinya. Bagi mereka, ini menjadi keunggulan yang kemudian mendorong mereka mengajak investor lain masuk ke Jawa Tengah karena banyak fasilitas yang diberikan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berdasarkan laman Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, investasi PT Hoi Fu di KEK Kendal senilai Rp1,12 triliun. Diperkirakan, serapan tenaga kerja akan mencapai 1.000 orang.

Adapun proses peletakan batu pertama (groundbreaking) telah dilakukan pada Sabtu (2/5/2026), dan dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.

Masih berdasarkan sumber yang sama, kawasan tersebut telah mencatat investasi kumulatif hingga triwulan I 2026 sebesar Rp101,93 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang. Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9,00 persen (year-on-year).

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB