Pastikan Takjil Aman Dikonsumsi, Dinkes Wonosobo Pantau Keamanan Pangan di Pujasera

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinkes Wonosobo melakukan pemantauan keamanan pangam di Pujasera Kompleks Al-Mansyur, Kamis (5/3/2026).

Petugas Dinkes Wonosobo melakukan pemantauan keamanan pangam di Pujasera Kompleks Al-Mansyur, Kamis (5/3/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pemantauan keamanan pangan di sejumlah pujasera dan pasar tradisional selama bulan Ramadan. Guna memastikan makanan dan minuman, khususnya takjil yang dijual kepada masyarakat, aman untuk dikonsumsi.

Salah satu lokasi pemantauan dilaksanakan di Pujasera Kompleks Al-Mansyur, Kamis (5/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji guna memastikan tidak mengandung bahan berbahaya.

Koordinator Seksi Farmasi, Makanan, Minuman, dan Alat Kesehatan Dinkes Wonosobo, Sutriatmoko, menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan keamanan pangan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun selama bulan Ramadan. Mencakup pengambilan sampel makanan dari pujasera yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo serta beberapa pujasera di pusat kota.

“Kami melakukan uji sampel terhadap bahan-bahan yang berpotensi membahayakan, seperti boraks, formalin, pewarna Rhodamin B, serta Methanil Yellow yang sering disalahgunakan pada makanan,” ujar Sutriatmoko.

Dari hasil pengujian yang dilakukan, Dinkes Wonosobo memastikan bahwa seluruh sampel makanan yang diperiksa dari pujasera dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga:  88 Siswa MAN 2 Rembang Alami Gejala Diare, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

“Alhamdulillah, dari sekitar 72 sampel yang diuji, tidak ditemukan adanya bahan berbahaya. Seluruhnya aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinkes Wonosobo juga melakukan pemantauan dan uji keamanan pangan di sejumlah pasar tradisional. Dalam pemeriksaan tersebut sempat ditemukan beberapa bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. Meski demikian, secara umum kondisi keamanan pangan di wilayah Kabupaten Wonosobo masih dalam kategori aman.

Selain melakukan pengujian sampel makanan, Dinkes Wonosobo juga melaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara berkala. Kegiatan ini bertujuan memastikan makanan yang dijual tidak terkontaminasi oleh lingkungan sekitar serta diproses secara higienis.

“Kami juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pedagang agar senantiasa menjaga kebersihan serta higienitas makanan yang dijajakan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari program pembinaan tersebut, setiap gerobak atau gerai pedagang yang telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan akan diberikan stiker sebagai tanda bahwa lokasi tersebut telah melalui pemeriksaan IKL.

Baca Juga:  Atletik Rembang Sumbang Medali Perunggu di Popda Jateng 2026

Dengan pantauan ini, Dinkes Wonosobo berharap masyarakat dapat merasa lebih aman saat membeli makanan, sekaligus mendorong pedagang untuk terus menjaga kebersihan dalam kegiatan perdagangan makanan.

Sementara itu, Staf Seksi Farmasi, Makanan, Minuman, dan Alat Kesehatan Dinkes Wonosobo, Rizal Dwi Saputra, mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih makanan, terutama produk pangan kemasan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin edar atau informasi pada label, serta Tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk makanan kemasan.

Selain itu, masyarakat juga diminta memperhatikan aspek higiene dan sanitasi saat membeli makanan di pedagang kaki lima atau pujasera. Misalnya dengan memastikan tempat berjualan bersih, tidak berada dekat dengan tempat sampah, serta memperhatikan tampilan makanan.

“Perhatikan juga warna makanan. Jika warnanya terlalu mencolok atau tidak wajar, masyarakat perlu lebih berhati-hati karena hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya penggunaan pewarna berbahaya,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Demak Bekali Pelajar dengan Literasi AI untuk Tangkal Hoaks

Rizal juga menjelaskan beberapa ciri sederhana yang dapat dikenali masyarakat untuk mendeteksi makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Misalnya, makanan yang mengandung boraks biasanya memiliki tekstur sangat kenyal dan cenderung keras sehingga sulit dipotong, serta terasa asin dan agak pahit di tenggorokan. Bahan ini kerap ditemukan pada bakso, ikan asin, atau makanan olahan berbahan tepung.

Sementara itu, makanan yang mengandung formalin biasanya berbau menyengat, tampak lebih basah atau berminyak, dan cenderung tidak disukai oleh serangga maupun hewan.

Adapun pewarna berbahaya seperti Rhodamin B umumnya memiliki warna merah atau merah muda yang sangat mencolok dan tidak merata. Sedangkan Methanil Yellow memberikan warna kuning cerah yang tidak alami.

 “Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar bahan pangan yang beredar di pasar maupun pujasera tetap aman dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026
Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah
Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:02 WIB

PLN Jateng Siagakan Sistem Kelistrikan untuk Mendukung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Pengajian Akbar Maulid Nabi di Al Khoiriyyah Semarang, Siswa-Siswi Tampilkan Ragam Seni dan Dakwah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Berita Terbaru