Pembiayaan Rumah Subsidi di Jateng Capai 50 Ribu Unit

Avatar photo

- Reporter

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi disambut masyarakat, di Lapangan Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Sabtu (9/5/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi disambut masyarakat, di Lapangan Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Sabtu (9/5/2026).

Pilarjateng.com, Brebes – Pembiayaan rumah subsidi di Jawa Tengah pada 2026 mencapai 50 ribu unit. Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2025, yang tercatat 25 ribu unit.

Peningkatan tersebut berkat usulan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, saat acara Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian PKP, BP Tapera, BNI, PNM, dan SMF, di Lapangan Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Sabtu (9/5/2026).

“Tadi Pak Gubernur juga minta dinaikkan kuota rumah subsidi. Tahun lalu sekitar 25 ribu (unit), tadi minta 50 ribu, saya setuju,” kata Maruarar.

Menurutnya, jika kuota rumah subsidi di Jawa Tengah mencapai 50 ribu unit, dan program bedah rumah mencapai 30 ribu unit, maka dampaknya akan terasa langsung terhadap ekonomi daerah.

Baca Juga:  Jateng Kembali Kirim Bantuan Korban Gempa NTT, Prioritaskan Kebutuhan Dasar

Maruarar juga menyebut, Jawa Tengah memiliki penyerapan Kredit Program Perumahan (KPP) atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan terbesar di Indonesia. Bahkan, Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah menjadi salah satu bank pembangunan daerah dengan serapan pembiayaan perumahan terbesar.

Dia menilai, perputaran uang dari sektor perumahan di Jawa Tengah akan sangat besar, jika program rumah subsidi, bedah rumah dan pembiayaan perumahan diperkuat secara bersamaan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pemenuhan kebutuhan rumah merupakan bagian dari layanan dasar masyarakat. Karena itu, pembangunan dan pembiayaan perumahan harus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga desa.

Baca Juga:  Lima Kapolsek Polres Demak Bergeser dalam Rotasi Jabatan

“Dalam rangka membangun Provinsi Jawa Tengah, kita harus melakukan kolaborasi. Kolaborasi itu namanya kebersamaan. Kebersamaan itu namanya bareng-bareng,” ucapnya.

Luthfi menyampaikan, Jawa Tengah telah menjalankan program perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dalam skala besar, di 35 kabupaten/ kota. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas hunian masyarakat.

Berdasarkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, sejak 2025 hingga Maret 2026, sebanyak 281.312 unit rumah bagi warga miskin berhasil dibangun.

Pada 2025, realisasi pembangunan rumah mencapai 274.514 unit yang bersumber dari berbagai skema pendanaan. Pembangunan rumah itu menggunakan anggaran APBN, APBD Provinsi Jawa Tengah APBD kabupaten/kota, CSR perusahaan, dan Baznas, serta sumber lainnya. Memasuki triwulan I 2026, pembangunan kembali bertambah 6.798 unit, sehingga total capaian mencapai 281.312 unit.

Baca Juga:  Polres Wonosobo Luncurkan Program Peduli CTEV, Dorong Deteksi Dini Kaki Bengkok pada Anak

Ahmad Luthfi meminta kepada pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya, agar perlu mempercepat penyelesaian tata ruang, agar investasi perumahan tidak berbenturan dengan lahan pertanian yang dilindungi. Dengan begitu, pengembang memiliki kepastian sejak awal sebelum membangun kawasan perumahan.

Dalam kegiatan yang sama, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melaporkan penyaluran Kredit Program Perumahan atau KPP hingga April 2026 telah mencapai Rp1,7 triliun. Angka itu setara 73,9 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp2,3 triliun.

Di Brebes, BNI mencatat peminatan KPP sebesar Rp270,1 miliar dari 348 calon debitur. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kegiatan sebelumnya di Manado, yang mencapai sekitar Rp206 miliar.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB