Pemkab Wonosobo Gencarkan Cinta Bertani Pada Generasi Muda

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pelajar sedang belajar bertani di
Kebun Belajar Tani untuk mengenal proses pertanian secara langsung.

Para pelajar sedang belajar bertani di Kebun Belajar Tani untuk mengenal proses pertanian secara langsung.

Pilarjateng.com, Wonosobo – Upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia pertanian  digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Disperpa). Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui program Kebun Belajar Tani, yang dirancang untuk memperkenalkan proses pertanian secara langsung kepada para pelajar.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama Satyani, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 akan dilaksanakan sekitar 15 kali kegiatan pembelajaran di Kebun Belajar Tani. Program ini menyasar siswa-siswi tingkat SMP dan SMA agar mereka memahami proses pertanian sejak dini.

“Kami ingin anak-anak belajar dari proses awal hingga akhir, mulai dari olah-olahan, pembuatan pupuk cair, pembibitan, perawatan hingga pasca panen. Dengan begitu mereka paham bagaimana pangan dihasilkan sebelum sampai di meja makan,” jelas Dwiyama usai kegiatan Kebun Belajar Tani, Senin (27/10/2025).

Baca Juga:  Bupati Rembang Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Menabung dan Kembangkan Usaha

Lebih lanjut, Dwiyama menegaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga investasi masa depan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Wonosobo.

“Suasana belajar di Kebun Belajar Tani berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Mereka tidak sekadar bermain, melainkan belajar  bagaimana tanah diolah, benih disemai, dan tanaman dirawat hingga siap panen,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan, Umar Shoid menambahkan, langkah ini merupakan upaya konkret dalam menyiapkan generasi penerus petani sejak dini.

“Lahan subur yang kita miliki harus ada yang mengolah, benih unggul yang kita hasilkan harus ada yang menyebar, bibit yang kita tanam harus ada yang merawat dan memanen,” tegasnya.

Menurutnya, Kebun Belajar Tani bukan sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi juga investasi masa depan. Bukan hanya bagi dunia pertanian, melainkan bagi keberlangsungan hidup masyarakat secara keseluruhan.

Baca Juga:  Pimpin Sertijab Kasat Lantas dan Kapolsek Mranggen, Kapolres Demak Tekankan Pelayanan Publik

“Langkah ini menjadi penting,  mengingat sebagian besar petani di Wonosobo saat ini berusia diatas 50 tahun. Jika tren ini terus berlanjut, dalam dua dekade ke depan jumlah petani diperkirakan akan terus menurun, yang dapat mengancam ketersediaan pangan daerah,” terangnya.

Soid juga menjelaskan bahwa, kabupaten Wonosobo telah menargetkan diri menjadi pusat agrobisnis di Jawa Tengah pada tahun 2045. Visi besar yang sangat bergantung pada tersedianya generasi muda yang mau dan mampu melanjutkan tongkat estafet pertanian.

Salah satu peserta, Rahma Anisa, mengaku senang bisa belajar langsung di kebun. 

“Biasanya cuma lihat petani ngolah lahan pakai cangkul atau mesin Cultivator, sekarang bisa coba sendiri. Ternyata seru juga. Kalau pakai alat lebih ringan, gak terlalu capek,” 
ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Hadapi Kemarau Panjang, Polres Demak Bangun Sumur Bor Kedua untuk Warga Ngaluran

Rahma, yang berasal dari keluarga petani, mengaku belum pernah diajarkan secara langsung tentang teknik bertani. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman berharga baginya.

“Senang banget bisa belajar langsung. Jadi tahu cara menanam yang benar. Terima kasih banget ada kegiatan kayak gini,” tuturnya.

Dari semangat dan antusiasme para peserta, tersirat harapan bahwa masa depan pertanian Wonosobo masih memiliki penerus. Melalui Kebun Belajar Tani, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Wonosobo  bukan hanya menanam bibit tanaman, tapi juga bibit harapan.

Harapannya, generasi muda kembali mencintai tanah, dengan merawat dan menjadikannya sumber kehidupan. Karena pada akhirnya, seperti tanah yang subur, cinta terhadap pertanian pun perlu ditanam dan dirawat sejak dini.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:17 WIB

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026

Berita Terbaru