Pilarjateng.com, Rembang – Sebanyak 752 siswa SMA Negeri Lasem, Kabupaten Rembang, dilaporkan mengalami diare hingga muntah-muntah secara bersamaan pada Kamis (3/9/2026) pagi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap para siswa sehari sebelumnya.
Dari sekitar 1.100 siswa di sekolah tersebut, ratusan siswa mengeluhkan sakit perut dan gangguan pencernaan. Kondisi paling parah dialami sejumlah siswa yang harus mendapatkan penanganan medis.
Kepala SMA Negeri Lasem, Juhartutik, mengatakan gejala tersebut muncul secara mendadak pada Kamis pagi. Bahkan, antrean siswa di sejumlah toilet sekolah sempat mengular karena banyak yang mengalami diare dan muntah.
Situasi itu membuat proses belajar mengajar tidak dapat berjalan normal. Pihak sekolah akhirnya memutuskan menghentikan kegiatan pembelajaran dan memulangkan seluruh siswa.
“Siswa sempat antre lama dan menumpuk di WC sekolah. Karena kondisi itu, sekolah akhirnya mengambil keputusan untuk memulangkan semua siswa pagi ini juga,” kata Juhartutik.
Sebagian besar siswa sudah diperbolehkan pulang untuk beristirahat dan menjalani pemulihan di rumah dengan pemantauan keluarga. Sementara siswa yang kondisinya cukup lemas dibawa ke fasilitas kesehatan.
Sekolah juga meminta satu unit ambulans bersiaga di lingkungan sekolah sebagai langkah antisipasi jika ada siswa yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat.
Dugaan keracunan tersebut mengarah pada menu MBG yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026). Saat itu, para siswa mendapatkan menu berupa nasi ayam bakar, sambal teri, mendoan, lalapan, dan semangka.
Juhartutik menyebut terdapat lima orang yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Lasem. Mereka terdiri dari empat siswa dan satu guru. Selain itu, satu siswa harus dilarikan ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Ada lima orang yang dirawat di Puskesmas Lasem, itu sudah termasuk satu orang guru akibat dugaan keracunan MBG. Selain itu, satu siswa juga harus dilarikan dan dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang,” jelasnya.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dan Puskesmas Lasem. Koordinasi dilakukan untuk menelusuri penyebab munculnya gejala diare dan muntah-muntah yang dialami ratusan siswa.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan keterkaitan dengan menu MBG masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi.









