Rektor Unissula Dukung Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 5 Agustus 2025 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof Gunarto, saat jumpa pers di kampus Unissula, Selasa (5/8/2025).

Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof Gunarto, saat jumpa pers di kampus Unissula, Selasa (5/8/2025).

Pilarjateng.com, Semarang – Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof Gunarto, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Thomas Trikasih Lembong.

Pernyataan itu disampaikan Prof Gunarto dalam kapasitasnya sebagai akademisi, intelektual, sekaligus bagian dari masyarakat sipil yang menaruh perhatian pada tegaknya prinsip keadilan dalam negara hukum 

“Saya menyampaikan ini sebagai tanggung jawab moral dan intelektual. Keputusan Presiden ini diambil dengan pertimbangan hukum yang matang dan demi tercapainya tujuan hukum yang lebih besar,” tegasnya saat konferensi pers di kampus Unissula, Selasa (5/8/2025).

“Langkah Presiden Prabowo bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga tepat dari sisi substansi keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan hukum,” imbuhnya.

Baca Juga:  BLK Rembang Buka Pelatihan Gratis Empat Kejuruan, Pendaftaran hingga 14 Oktober

Menurutnya hal ini berlandaskan pada Pasal 14 ayat (2) UUD 1945 dan Undang-Undang Darurat Nomor 11 Tahun 1954 tentang Amnesti dan Abolisi. Sebagai hak prerogatif Presiden, kebijakan ini dianggap dilandasi tanggung jawab konstitusional sekaligus kebijaksanaan kenegaraan.

Dalam kasus Tom Lembong, Prof Gunarto menilai abolisi sebagai koreksi atas ketidakadilan substantif. Tom, saat menjabat Menteri Perdagangan tahun 2015–2016, menerbitkan izin impor untuk menjaga pasokan dan harga pangan.

Menurutnya, prosedurnya mungkin tidak sempurna, tapi tidak ada motif jahat atau keuntungan pribadi.

“Ini murni soal keberanian mengambil kebijakan untuk kepentingan publik. Maka tidak semestinya pejabat negara yang bertindak dengan itikad baik justru dipidana,” jelasnya.

Sementara dalam perkara Hasto Kristiyanto, amnesti dinilai sebagai bagian dari ikhtiar pemulihan demokrasi. Prof Gunarto menyebut proses hukum yang dijalani Hasto berlangsung dalam konteks politik yang kompleks.

Baca Juga:  Satpol PP Rembang Temukan 876 Batang Rokok Ilegal di Tiga Kecamatan

“Amnesti adalah alat konstitusional yang digunakan dalam sejarah kita untuk meredakan ketegangan dan menyatukan kembali semangat kebangsaan. Dalam hal ini, amnesti terhadap Hasto adalah perlindungan atas hak politik dan kebebasan berpendapat,” tegasnya.

Lebih jauh Prof Gunarto menyebut, keputusan ini juga memiliki nilai strategis dalam mencegah kriminalisasi terhadap kebijakan publik. Menurutnya, Indonesia tidak boleh menjadi negara di mana para pemimpin takut mengambil keputusan karena bayang-bayang pidana.

“Kita butuh keberanian di ruang birokrasi, bukan ketakutan. Langkah ini menjaga agar para pejabat tidak lumpuh oleh tekanan politis,” ungkap orang nomor satu di kampus Islam terbesar di Jawa Tengah itu.

Baca Juga:  Amankan Pilkades Serentak di 166 Desa, Pemkab Wonosobo Siagakan 616 Personel Gabungan

Ia juga menyerukan agar masyarakat tidak melihat kebijakan amnesti dan abolisi ini sebagai wacana politis sesaat. Sebaliknya, ini adalah bagian dari proses pematangan hukum dan demokrasi.

“Pemerintah didorong untuk menjelaskan proses dan dasar hukum secara transparan agar publik memahami esensinya. Karena negara hukum yang adil bukan hanya menegakkan teks hukum, tapi juga melihat konteks sosial, politik, dan kemanusiaan dari tiap kasus,” ucapnya.

“Dengan memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Tom Lembong, Presiden telah menunjukkan bahwa konstitusi bukan hanya kumpulan pasal, tapi juga ruang bagi keadilan dan kemaslahatan. Sebuah keputusan yang berpihak pada kemanusiaan dan menjaga stabilitas bangsa,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Tekan Kemiskinan Sebesar 0,22%, Wonosobo Raih Mandaya Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terbaru