Pilarjateng.com, Wonosobo – Sebanyak 48 putra-putri terbaik Kabupaten Wonosobo resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Wonosobo Tahun 2026. Pengukuhan berlangsung Sabtu, (15/8/2026), di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo.
Ke-48 anggota Paskibraka, terdiri atas 24 putra dan 24 putri. Mereka telah melalui proses seleksi, pembinaan, serta latihan secara intensif sebagai persiapan untuk menjalankan tugas upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah berhasil melalui proses panjang hingga sampai pada tahap pengukuhan.
“Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, saya menyampaikan selamat kepada Ananda sekalian yang telah dikukuhkan sebagai Paskibraka Kabupaten Wonosobo Tahun 2026,” ujar Amir Husein.
Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kebanggaan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat Wonosobo. Namun, kepercayaan tersebut sekaligus mengandung tanggung jawab untuk senantiasa menunjukkan keteladanan, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Amir menegaskan, tugas sebagai Paskibraka harus dimaknai lebih dari sekadar menjalankan rangkaian upacara. Para anggota Paskibraka tengah ditempa untuk menjadi generasi muda yang memiliki karakter Pancasila, disiplin, jiwa kepemimpinan, keterampilan, integritas, serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
“Tugas sebagai Paskibraka tidak selesai ketika upacara berakhir,” tegasnya.
Ia mengatakan, ketika anggota Paskibraka berdiri membawa Sang Merah Putih, mereka sesungguhnya tengah menunjukkan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kedisiplinan harus menjadi kebiasaan, tanggung jawab menjadi sikap, dan semangat kebangsaan menjadi bagian dari karakter.
“Karena sejatinya, kalian adalah bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Wonosobo dan Indonesia,”katanya.
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pembina dan pelatih yang telah mendampingi para calon anggota Paskibraka melalui berbagai tahapan pembinaan dan latihan.
Menurutnya, proses yang telah dilalui bukanlah sesuatu yang singkat. Dibutuhkan kemauan untuk belajar, kedisiplinan dalam berlatih, serta ketekunan dan kesungguhan para pembina maupun pelatih dalam membentuk karakter dan kemampuan para anggota Paskibraka.
“Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menyiapkan generasi muda Wonosobo yang berkualitas, berkarakter, dan siap mengambil peran di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka agar melaksanakan tugas dengan penuh kebanggaan, tanggung jawab, dan kehormatan. Ia juga meminta agar seluruh anggota senantiasa menjaga nama baik keluarga, sekolah, serta Kabupaten Wonosobo.
“Jadilah teladan di mana pun kalian berada. Berikan yang terbaik dalam setiap langkah dan jaga nama baik keluarga, sekolah, serta Kabupaten Wonosobo,” pesannya.
Keberhasilan Paskibraka, lanjutnya, bukan hanya diukur dari kesempurnaan dalam mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan yang diperoleh selama pembinaan dapat menjadi karakter dan bekal bagi para anggota dalam menjalani kehidupan serta berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo, Agus Kristianto, menjelaskan bahwa 48 anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan putra-putri terbaik Wonosobo yang telah melalui proses seleksi dan latihan secara bertahap.
Setelah pengukuhan, para anggota Paskibraka akan menjalani masa karantina dan mengikuti berbagai agenda gladi sebagai bagian dari pemantapan kesiapan sebelum pelaksanaan upacara.
“Dengan persiapan yang sudah cukup matang, kami berharap mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik, lancar, dan sukses,” pungkas Agus.









