Nawal Yasin Ajak Perempuan Jadi Srikandi Penjaga Peradaban

Avatar photo

- Reporter

Senin, 15 Juni 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (tengah) dalam Puncak Semarak Milad ke-95 PW Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah yang digelar di Wisata Mata Air Sendang Senjoyo Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (14/6/2026).

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (tengah) dalam Puncak Semarak Milad ke-95 PW Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah yang digelar di Wisata Mata Air Sendang Senjoyo Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (14/6/2026).

Pilarjateng.com, Kabupaten Semarang – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak kaum perempuan menjadi srikandi penjaga peradaban melalui berbagai aksi ekologis yang nyata. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, demi menjaga keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Seperti halnya dalam Puncak Semarak Milad ke-95 PW Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah bertema “Aksi Ekologis untuk Kehidupan Berkelanjutan”, yang digelar di Wisata Mata Air Sendang Senjoyo Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (14/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Nawal bersama kader PW Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, melakukan penyebaran puluhan botol eco enzyme dan menebar 1.000 bibit ikan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya memperbaiki kualitas air, membantu menetralkan pencemaran, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perairan.

“Hari ini Nasyiatul Aisyiyah telah melakukan kegiatan ekologis yang sangat luar biasa, dengan menyebar benih ikan dan eco enzyme. Harapannya ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Jawa Tengah, untuk ikut serta menjaga lingkungan,” katanya.

Menurut Nawal, Jateng saat ini menghadapi berbagai tantangan ekologis yang semakin nyata. Dampak perubahan iklim mulai dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya risiko banjir, hingga tanah longsor di sejumlah daerah.

Baca Juga:  Marrystone Culture Carnival, Perayaan Kemerdekaan Berpadu dengan Pelestarian Seni Budaya dan Potensi Pariwisata

Karena itu, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng ini mengajak kaum perempuan dan seluruh elemen masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai gerakan pelestarian lingkungan. Pasalnya, upaya menjaga alam tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Ini menjadi salah satu hal yang harapannya menjadi kolaborasi dari masyarakat Jawa Tengah, untuk bersama-sama melakukan aksi-aksi pengabdian ekologi,” tutur istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Selain perubahan iklim, Nawal juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar. Volume sampah di Jateng yang mencapai sekitar 6 juta ton per tahun, kata dia, belum seluruhnya dapat dikelola secara optimal.

Melalui gerakan seperti ini, Nawal berharap masyarakat mulai membangun budaya peduli lingkungan dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memilah sampah dari rumah tangga, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Dia menambahkan, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, telah menargetkan Jawa Tengah bebas sampah pada 2028. Untuk mendukung target itu, edukasi lingkungan harus terus diperluas dan dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Ratusan Siswa SMA Negeri Lasem Tumbang, Diduga Usai Santap Menu MBG

“Kita harus sama-sama mengedukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dari komunitas yang terkecil yaitu keluarga, kemudian komunitas-komunitas yang lebih besar,” kata Nawal.

Lebih lanjut, dia menekankan, kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi juga bagian dari nilai pengabdian dan tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan kehidupan.

“Jadikan pengabdian ekologis sebagai dakwah kita, salah satu jihad kita. Dan yang terakhir, bukan hanya dijadikan sebagai pemahaman, tetapi juga mampu mengubah pola-pola masyarakat yang tadinya tidak peduli lingkungan, menjadi peduli lingkungan,” tegas Nawal.

Sementara itu, Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, Monica Subastia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Ibu Jaga Bumi, yang mendorong kader perempuan untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.

Program Ibu Jaga Bumi mencakup beragam kegiatan, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, penanaman tanaman di pekarangan, pelatihan pembuatan kompos dan eco enzyme, hingga aksi pembersihan lingkungan.

Baca Juga:  Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Menurut Monica, eco enzyme yang disebarkan pada kegiatan itu adalah hasil produksi kader Nasyiatul Aisyiyah, yang diolah dari limbah organik rumah tangga. Adapun Sendang Senjoyo dipilih, karena keberadaan sumber mata air tersebut sangat penting sebagai penopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir.

“Harapannya bisa mengembalikan ekosistem air, karena kita tahu air menjadi sumber kehidupan, apalagi perempuan dan anak ini menjadi salah satu elemen paling terdampak, ketika kita kekeringan atau air itu tercemar gitu,” ungkapnya.

Selain penyebaran eco enzyme, pihaknya juga menebar 1.000 bibit ikan yang terdiri dari ikan mujair, bawal, nila, dan uceng. Aksi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Pihaknya berharap bibit ikan yang ditebar dapat berkembang biak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai yang bersumber dari Sendang Senjoyo.

“Jadi tidak hanya di hulu, tetapi mengalir sampai ke hilir, sehingga masyarakat yang berada di sepanjang aliran air juga bisa merasakan manfaatnya,” pungkas Monica.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB