88 Siswa MAN 2 Rembang Alami Gejala Diare, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 9 September 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAN 2 Rembang.

MAN 2 Rembang.

Pilarjateng.com, Rembang – Sebanyak 88 siswa MAN 2 Rembang mengalami gejala diare setelah diduga menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah siswa mendapat perawatan di Puskesmas Lasem dan beberapa rumah sakit di Kabupaten Rembang.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang pada Rabu (9/9/2026) mencatat, sebanyak 29 siswa menjalani perawatan di Puskesmas Lasem. Dari jumlah tersebut, tujuh siswa kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tujuh siswa yang dirujuk tersebut menjalani perawatan di tiga rumah sakit. Rinciannya, lima siswa dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno, satu siswa di RS Bhina Bhakti Husada, dan satu siswa di RS PKU Muhammadiyah.
Kondisi tersebut membuat pihak MAN 2 Rembang mengambil kebijakan untuk menggelar pembelajaran secara daring pada Rabu (9/9/2026).

Baca Juga:  HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada siswa memulihkan kondisi sekaligus memudahkan pihak sekolah melakukan pemantauan.

Kepala MAN 2 Rembang, Achmad Syuhada mengatakan, pembelajaran daring juga dimanfaatkan para guru untuk berkomunikasi dengan orang tua siswa. Komunikasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi siswa yang masih menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit.

Baca Juga:  Pendaki yang Terjatuh di Kawah Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia

“Kita daring pembelajaran hari ini, karena terkait pemulihan kondisi anak-anak, sekaligus pemantauan terhadap anak-anak yang dirawat, kita komunikasi dengan orang tua siswa,” ujarnya.

Selain menerapkan pembelajaran daring, pihak sekolah juga melakukan pembersihan toilet pada Rabu (9/9/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan meminimalisasi kemungkinan penyebaran penyakit.

Baca Juga:  Layani 12,7 Juta Pelanggan, PLN UID Jateng Hadir Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional 2026

“Kita hari ini pembersihan toilet dan kedua dikhawatirkan kalau masih ada yang diare banyak siswa. Karena diare itukan menular,” ungkap Achmad Syuhada.

Pihak sekolah masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa yang mengalami gejala diare. Koordinasi dengan orang tua juga terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesehatan siswa yang menjalani perawatan.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB