Program TNI dan Polri Dukung Jateng Jadi Penumpu Pangan Nasional

- Reporter

Kamis, 21 November 2024 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Program ketahanan pangan yang dilakukan TNI dan Polri, dinilai sangat membantu Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu penumpu pangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, di sela membersamai kunjungan kerja Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Kota Semarang, Kamis (21/11/2024). Dia menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri, yang sudah ikut nyengkuyung program Presiden RI untuk ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di Jateng.

Baca Juga:  OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026

Pada kegiatan tersebut, Sumarno mendampingi Panglima TNI dan Kapolri melakukan tanam bibit jagung bersama kelompok tani, dan pejabat terkait lain, di lahan seluas 136 meter persegi milik TNI, di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Sumarno menyambut baik kegiatan dan program tersebut, karena sejalan dengan program penambahan luas areal tanam yang dilakukan oleh Pemprov Jateng.

“Tanah-tanah milik TNI dan Polri yang selama ini menjadi lahan tidur, akan diolah supaya bisa menjadi tanah yang subur. Sehingga, menjadi bagian mendukung pencapaian target pangan di Jateng,” kata sekda.

Baca Juga:  Jenazah Pendaki yang Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi

Dengan keterlibatan TNI dan Polri dalam program ketahanan pangan, kata dia, akan menambah sumber daya manusia dalam bidang pertanian. Selain itu, juga ikut mewujudkan Jateng sebagai penumpu pangan nasional. Hal tersebut sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Jateng 2025-2045, yang ditetapkan sebagai provinsi penumpu pangan dan industri nasional.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan, telah mengoptimalisasi lahan seluas 358 ribu hektare yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga membuat program pompanisasi sebanyak 70.629 unit, dengan luas lahan teraliri mencapai 908 ribu hektare.

Baca Juga:  OJK dan Kemenkes RI Perkuat Ekosistem Asuransi, Dorong Pembiayaan Kesehatan Murah

“Berdasarkan data ketahanan pangan di Kodam IV/ Diponegoro, tiap Kodim disiapkan lahan 200 hektare. Program tanam pangan di lahan aset Kodam yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif,” tuturya.

Sedangkan untuk pompanisasi, wilayah Kodam IV/ Diponegoro mendapatkan alokasi sebanyak 5.458 unit, yang disebar di seluruh daerah di Jateng. Pompanisasi itu diharapkan dapat mengairi lahan seluas 163.522 hektare.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB