Kasus DBD di Demak Alami Peningkatan Signifikan

Avatar photo

- Reporter

Senin, 10 Februari 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD dan Zoonosis Lintas Sektor dan Lintas Program Kabupaten Demak, Senin (10/2/25).

Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD dan Zoonosis Lintas Sektor dan Lintas Program Kabupaten Demak, Senin (10/2/25).

Pilarjateng.com, Demak – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Demak mengalami peningkatan signifikan di awal tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak, jumlah kasus pada Januari telah mencapai 79 kasus, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maimun di hadapan peserta Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Zoonosis Bersama Lintas Sektor dan Lintas Program, Senin (10/2/25), menekankan pentingnya pemberantasan nyamuk secara berkelanjutan.

“Genangan air akibat musim hujan menjadi faktor utama perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor penyebar DBD,” tegasnya.

Baca Juga:  Marrystone Culture Carnival, Perayaan Kemerdekaan Berpadu dengan Pelestarian Seni Budaya dan Potensi Pariwisata

Menurut data Dinkes Demak, kasus DBD tahun 2024 mengalami lonjakan tertinggi pada Maret (78 kasus) dan Mei (55 kasus). Sementara sempat menurun di Juni (13 kasus) sebelum kembali naik menjelang akhir tahun.

Meski banyak masyarakat yang meminta fogging, pihak Dinkes menyampaikan bahwa fogging bukan solusi utama karena lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya seperti gangguan saraf, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, gangguan kulit, keracunan insektisida, gangguan keseimbangan ekologi.

“Jika menurut kami fogging nanti memang diperlukan maka tanpa diminta kita pasti akan melakukan fogging,” tambahnya

Baca Juga:  Malam Puncak HUT RI ke-81 di Pondok Majapahit 1 Mranggen Meriah, Varen Keren Mainkan Tari Jaranan

Sedangkan Sekda Demak, Akhmad Sugiharto, menyampaikan
selain DBD Kabupaten Demak juga menghadapi ancaman penyakit zoonosis, khususnya leptospirosis, yang disebabkan oleh kencing tikus.

Dirinya menegaskan bahwa penanganan DBD dan leptospirosis membutuhkan kerja sama semua pihak. Ia meminta kepala desa lebih proaktif dalam menggalakkan kerja bakti di lingkungan masing-masing.

“Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. Mari bersama-sama kita aktif dalam pencegahan penyakit ini dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama mengelola sampah dan menghilangkan genangan air,” ungkap Sekda.

Dinas Kesehatan dan Puskesmas juga diminta untuk melakukan sosialisasi secara masif di masyarakat dan sekolah agar kesadaran tentang pentingnya pencegahan DBD dan leptospirosis semakin meningkat.

Baca Juga:  14 Daerah di Jateng Berstatus Awas, Pemprov Siapkan Modifikasi Cuaca

“Saya mengajak untuk bersama sama mengambil peran dalam penanganan DBD dan leptospirosis ini. Tanpa kerja sama tidak mungkin,” tegas Sekda.

“Masukan kepada Dinkes dan masyarakat, semakin aktif jangan terus berhenti, terus lakukan sosialisasi termasuk di sekolah. Kemungkinan di sekolah petugas kebersihan satu dan kamar mandi banyak sehingga jarang di bersihkan. Kemudian untuk kades saya minta untuk lebih pro aktif lagi untuk menggalakkan kerja bakti,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB