Program Makan Bergizi Gratis di Rembang Sasar 120 Ribu Orang, Perputaran Uang Capai Rp 1,2 Miliar Setiap Hari

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 14 Mei 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto (tengah), dalam sosialisasi program MBG bersama anggota Ikatan Bidan Indonesia di pendapa Kecamatan Kragan, Rembang, Selasa (14/5/2025).

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto (tengah), dalam sosialisasi program MBG bersama anggota Ikatan Bidan Indonesia di pendapa Kecamatan Kragan, Rembang, Selasa (14/5/2025).

Pilarjateng.com, Rembang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat menargetkan menjangkau hingga 120 ribu orang di Kabupaten Rembang. Program ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp 1,2 miliar setiap harinya.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, dalam sosialisasi program MBG bersama anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di pendapa Kecamatan Kragan, Selasa (14/5/2025). Ia menjelaskan bahwa sebanyak 39 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) direncanakan akan berdiri di Rembang, dengan satu dapur sehat mampu melayani sekitar 3.000 siswa.

Baca Juga:  Polres Demak Amankan 130 Botol Arak di Karangawen

“Rp 1,2 miliar dikalikan 20 hari kerja dalam sebulan, berarti Rp 22 miliar per bulan. Kalau ada 39 dapur, maka telurnya laku, berasnya laku, ikannya laku — perekonomian jadi hidup,” kata Edy.

Menurutnya, pendirian SPPG di Rembang penting dilakukan segera. Selain memperbaiki gizi masyarakat, program ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian lokal melalui penyerapan bahan pangan dari petani dan peternak setempat.

Baca Juga:  Polres Demak Bekali Personel dengan Nilai Integritas dan Keharmonisan Keluarga

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, mengungkapkan, SPPG yang sudah beroperasi di Kecamatan Sluke telah menjangkau 3.400 siswa. Sementara di Lasem, jumlah siswa penerima manfaat masih sekitar 2.000 orang, setiap dapur rata-rata mengonsumsi sekitar 300 kilogram sayur segar per hari.

Baca Juga:  Job Fair Rembang Buka Ribuan Lowongan Kerja

Tengku mendorong lebih banyak pihak di Rembang untuk turut mendirikan SPPG. Ia menargetkan sedikitnya 10 mitra lokal mendaftar pada bulan depan.

“Kami butuh lahan milik Pemda untuk pinjam pakai di tiga lokasi. Itu akan langsung dibangun oleh BGN, karena setiap kabupaten/kota akan mendapat tiga dapur sehat dari pemerintah,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa calon mitra BGN harus berbadan hukum yayasan. Pendaftaran mitra dilakukan secara daring melalui laman mitra.bgn.go.id.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung
Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang
Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng
Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang
10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas
Diduga Jalankan Investasi Bodong, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Snatboost
Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:02 WIB

Demang Ngantor Deso, Dekatkan Pelayanan Publik Kepada Warga Jragung

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:02 WIB

Sosialisasi Program JKN Meriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:34 WIB

Polres Wonosobo Raih Predikat WBK dan Pelayanan Prima dari Kapolda Jateng

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:11 WIB

Polres Wonosobo Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Watumalang

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:41 WIB

10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas

Berita Terbaru