Antisipasi Darurat Narkoba Anak, BNNP Jateng Perkuat Kompetensi Garda Rehabilitasi

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Peningkatan Kompetensi Teknis Petugas Rehabilitasi “Kurikulum Intervensi Pada Anak Dengan Gangguan Penggunaan Zat”, diselenggarakan BNNP Jateng di Semarang  (5-8/5/2026).

Kegiatan Peningkatan Kompetensi Teknis Petugas Rehabilitasi “Kurikulum Intervensi Pada Anak Dengan Gangguan Penggunaan Zat”, diselenggarakan BNNP Jateng di Semarang (5-8/5/2026).

Pilarjateng.com, Semarang — Penyalahgunaan narkoba saat ini menunjukkan tren yang semakin meningkat dan telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan anak dan remaja. Secara global, ratusan juta orang tercatat pernah menggunakan narkotika, sementara di Indonesia prevalensi penyalahgunaan mencapai sekitar 1,73 persen atau setara dengan 3,3 juta jiwa.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena anak sebagai kelompok rentan memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda, lebih komprehensif, serta berbasis perlindungan dan pemulihan jangka panjang.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Teknis Petugas Rehabilitasi “Kurikulum Intervensi Pada Anak Dengan Gangguan Penggunaan Zat” yang dilaksanakan di Semarang (5-8/5/2026). Kegiatan diikuti oleh 20 petugas rehabilitasi dari BNNP, BNNK, serta lembaga mitra di Jawa Tengah.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid menegaskan, penanganan anak dengan gangguan penggunaan zat tidak dapat disamakan dengan pendekatan pada orang dewasa, karena anak berada dalam fase perkembangan yang sangat krusial.

“Anak-anak yang terpapar narkoba berada dalam fase pencarian jati diri, sehingga pendekatan rehabilitasi tidak bisa hanya berfokus pada penghentian penggunaan zat, tetapi juga harus menyentuh aspek psikologis, sosial, dan lingkungan mereka. Pendekatan yang dilakukan harus mempertimbangkan kondisi emosional, relasi keluarga, serta pengaruh lingkungan yang membentuk perilaku anak tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Tim URC Polres Wonosobo Intensifkan Patroli Cegah Kejahatan Jalanan

Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas petugas rehabilitasi merupakan investasi jangka panjang dalam menyelamatkan generasi bangsa. Peningkatan kapasitas petugas menjadi kunci agar layanan rehabilitasi mampu menjawab kebutuhan spesifik anak secara komprehensif, humanis, dan berkelanjutan.

“Dengan kompetensi yang semakin baik, petugas diharapkan mampu memberikan intervensi yang tepat sasaran, mengurangi risiko kekambuhan, serta mengembalikan anak ke lingkungan sosialnya secara optimal,” ucapnya.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian nyata dari dukungan terhadap program Ananda Bersinar, yang menekankan pentingnya perlindungan dan penyelamatan anak dari ancaman narkoba sebagai investasi masa depan bangsa,” pungkas Toton.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Rehabilitasi BNNP Jawa Tengah, Sholikhun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kualitas layanan rehabilitasi di Jawa Tengah.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap petugas memiliki pemahaman yang utuh terkait kurikulum intervensi pada anak, mulai dari aspek konseling, pendekatan psikososial, hingga teknik intervensi berbasis kebutuhan individu anak. Hal ini penting agar setiap layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan karakteristik dan permasalahan yang dihadapi oleh klien anak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sebanyak 62 Kios Pasar Desa Sedo Demak Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 1,2 Miliar

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi.

“Kami mendorong agar petugas tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi layanan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan. Rehabilitasi harus mampu memberikan dampak jangka panjang, termasuk dalam mencegah kekambuhan serta mendukung reintegrasi sosial anak,” ujarnya.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BNNP, BNNK, dan seluruh mitra rehabilitasi, sehingga tercipta sistem layanan yang terpadu dan berkelanjutan,” tambahnya.

Antonius Donni, salah satu peserta,
dari IPWL Yayasan Cahaya Kusuma Bangsa (YCKB) Surakarta, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan yang dinilai sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.

“Materi yang diberikan sangat komprehensif dan membuka perspektif baru bagi kami dalam menangani klien anak. Kami tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik melalui simulasi, diskusi, dan roleplay yang membantu kami lebih memahami pendekatan yang tepat dalam berinteraksi dengan anak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Proses Fumigasi, Museum RA Kartini Rembang Tutup Senentara

Ia juga menilai bahwa pendekatan yang diajarkan dalam pelatihan ini lebih humanis dan berorientasi pada kebutuhan anak.

“Pendekatan yang diajarkan sangat menekankan empati, komunikasi yang efektif, serta pemahaman terhadap kondisi psikologis anak, termasuk aspek trauma dan lingkungan sosialnya. Ke depan, kami optimis dapat menerapkan ilmu ini dalam praktik rehabilitasi sehari-hari, sehingga kualitas layanan di lembaga kami semakin meningkat. Harapannya, anak-anak yang kami dampingi tidak hanya pulih dari ketergantungan, tetapi juga mampu kembali berfungsi secara sosial dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas 20 petugas rehabilitasi dalam menangani klien anak dengan gangguan penggunaan zat, sekaligus memperkuat kualitas layanan rehabilitasi di Jawa Tengah. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Ananda Bersinar (Anak Indonesia Bersih dari Narkoba).

BNNP Jawa Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak demi mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba, khususnya bagi generasi muda.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB