Binaan BNNP Jateng Borong Penghargaan BNN RI

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 8 Agustus 2025 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom menyerahkan Penghargaan kepada berbagai pihak, mulai dari kepala desa, lembaga vokasional pasca-rehabilitasi, media, hingga relawan dan koordinator program Desa Bersinar.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom menyerahkan Penghargaan kepada berbagai pihak, mulai dari kepala desa, lembaga vokasional pasca-rehabilitasi, media, hingga relawan dan koordinator program Desa Bersinar.

Pilarjateng.com, Klaten – Sebanyak 10 tokoh dan lembaga penggiat anti narkoba dari Jawa Tengah menerima penghargaan prestisius dari Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom, dalam rangkaian kunjungan kerja nasional ke Desa Ponggok, Kabupaten Klaten. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menyampaikan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga perlu peran aktif masyarakat.

“Penerima penghargaan hari ini membuktikan bahwa perubahan itu nyata dan dimulai dari bawah. Mereka adalah wajah optimisme bangsa ini. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Marthinus di hadapan ratusan peserta forum dialog interaktif, Kamis (7/8/2025).

Komjen Pol. Marthinus juga menegaskan bahwa pendekatan partisipatif berbasis komunitas merupakan strategi kunci BNN dalam menyentuh aspek akar rumput masyarakat.

Baca Juga:  OJK Serahkan Hasil Pemeriksaan Khusus PT Dana Syariah Indonesia kepada Bareskrim Polri

“Kami percaya bahwa desa-desa seperti Ponggok dan para penggiat seperti Bapak-Ibu semua hari ini adalah ujung tombak dalam misi menyelamatkan bangsa dari bahaya narkotika,” tambahnya.

Penghargaan ini diberikan kepada berbagai pihak, mulai dari kepala desa, lembaga vokasional pasca-rehabilitasi, media, hingga relawan dan koordinator program Desa Bersinar.

Beberapa penerima di antaranya adalah Universitas Negeri Semarang (Kampus Bersinar), TA TV Surakarta (Media Partner P4GN), RS Soeroyo Magelang (Lembaga Rehabilitasi Pemerintah) Sentra Terpadu Kartini Temanggung dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta (Lembaga Vokasional Klien Pasca Rehabilitasi), serta beberapa tokoh penggiat, diantaranya Sugeng Santosa dan H. Junaedhi Mulyono, Kepala Desa Ponggok.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Dr. H. Agus Rohmat, menyatakan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan hasil dari proses panjang pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi di berbagai level.

Baca Juga:  Tindak Lanjuti Putusan MK, OJK Tetapkan Kebijakan Pembayaran Manfaat Pensiunan

“Ini bukan hanya seremoni, tetapi bentuk kepercayaan negara terhadap kontribusi nyata para pelaku P4GN di Jawa Tengah. Kami akan terus menggali dan menguatkan potensi lokal untuk memperluas jangkauan program Bersinar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa penghargaan ini sekaligus menjadi pemantik semangat bagi daerah lain.

“Kami ingin menjadikan penerima penghargaan ini sebagai duta-duta inspiratif yang mampu memotivasi masyarakat luas. BNNP Jateng akan terus hadir sebagai mitra strategis masyarakat dalam gerakan nasional anti narkoba,” ungkapnya.

Salah satu penerima penghargaan,  Sugeng Santosa, yang juga dikenal sebagai Koordinator Pencanangan Desa dan Sekolah Bersinar, mengungkapkan rasa syukur dan tanggung jawab besar atas penghargaan yang diterimanya.

Baca Juga:  OJK, Komdigi dan Perbankan Perkuat Upaya Pemberantasan Scam dan Judol

“Saya tidak pernah menyangka kerja-kerja kecil kami di desa bisa berdampak nasional. Ini bukan akhir, tapi justru awal untuk bekerja lebih keras dan lebih luas. Kami siap terus bergerak dan mengajak desa-desa lain untuk ikut jadi bagian perubahan,” ucap Sugeng penuh semangat.

Acara penganugerahan penghargaan ini menjadi bagian dari kegiatan studi banding nasional BNN RI di Desa Ponggok, yang selama ini dikenal sukses dalam mengelola potensi lokal dan membangun desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil. Selaras dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo–Gibran, penghargaan ini menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia unggul, desa tangguh, dan partisipasi rakyat dalam agenda besar Indonesia Bersinar.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz Terkait Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB