Cek Debit Air di Bendung Wilalung, Pj. Bupati Pengendalian Air Terus Dilakukan

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 22 Januari 2025 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Kudus, Herda Helmijaya saat mengecek langsung kondisi Bendung Wilalung, Selasa (21/1).

Pj Bupati Kudus, Herda Helmijaya saat mengecek langsung kondisi Bendung Wilalung, Selasa (21/1).

Pilarjateng.com, Kudus – Cuaca ekstrem yang terjadi turut berdampak pada peningkatan status debit air di Bendung Wilalung kabupaten Kudus.  Bendung yang berada di perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak tersebut, Selasa (21/1/2025) pukul 10.00 WIB, berstatus awas.

“Sementara ini kondisi Bendung Wilalung Alhamdulillah aman. Kita berdoa bersama semoga cuaca bersahabat,” terang Pj. Bupati Kudus, Herda Helmijaya saat mengecek langsung kondisi Bendung Wilalung, Selasa (21/1).

Baca Juga:  Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantura Demak, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

Pj. Bupati menjelaskan penguatan bendungan telah rutin dilakukan. Koordinasi dan pengendalian air yang dilakukan antarinstansi telah maksimal. Sehingga, untuk saat ini mitigasi bencana perlu dilakukan untuk mengatasi potensi yang ada.

“Upaya pengendalian dan pemantauan telah dilakukan maksimal. Mitigasi bencana harus mulai dilakukan. Utamanya bagi masyarakat yang berpotensi terdampak bencana,” ucapnya.

Hendra menambahkan bahwa  normalisasi sungai yang merupakan agenda terdekat BBWS Pemali Juwana belum cukup untuk mengatasi banjir. Sebab, kawasan pegunungan tidak banyak pohon yang bisa menyerap air. Sehingga sedimentasi cepat terjadi.

Baca Juga:  RLC Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Berkeadilan, Siap Perluas Pendampingan Gratis

“Harus ada upaya strategis agar banjir tidak menjadi bencana tahunan. Kalau agenda terdekat BBWS Pemali Juwana kan normalisasi sungai ya, menurut saya, itu masih belum cukup,” paparnya.

Herda juga menjelaskan, bahwa  pembangunan embung dapat menjadi solusi penampungan air karena aat musim kemarau, air dapat dialirkan ke persawahan warga. Sedangkan untuk  membangun embung, harus ada koordinasi antar daerah sekitar yang ikut terdampak limpasan air sungai. 

Baca Juga:  Atasi Ancaman Abrasi di Sayung, Pemprov Jateng Bangun Hybrid Sea Wall

“Perlu ada embung untuk menyimpan air saat musim hujan dan mengalirkannya saat musim kemarau, namun Kudus tak memiliki wilayah untuk membuat embung. Hal itu bisa dilakukan dengan koordinasi bersama daerah sekitar,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Status Karhutla Gunung Sumbing Ditetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Wonosobo Siagakan Ratusan Personel Gabungan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Berita Terbaru