Gandeng Ulama, BNNP Jateng Bertekad Perangi Narkoba

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 20 Maret 2025 - 06:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Dr. H. Agus Rohmat (tengah) dan Ketua Ganas Annar MUI Jawa Tengah, Dr. KH. Multazam Ahmad, MA bertindak selaku narasumber Talkshow Ramadan Hingga Maghrib (Tarhim) di MAJT, Rabu (19/3/2025).

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Dr. H. Agus Rohmat (tengah) dan Ketua Ganas Annar MUI Jawa Tengah, Dr. KH. Multazam Ahmad, MA bertindak selaku narasumber Talkshow Ramadan Hingga Maghrib (Tarhim) di MAJT, Rabu (19/3/2025).

Pilarjateng.com, Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menggelar Talkshow Ramadan Hingga Maghrib (Tarhim) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (19/3/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Ulama dan BNNP Jateng Mencegah Peredaran Narkoba” ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Brigjen Pol Dr. H. Agus Rohmat, selaku Kepala BNNP Jateng, serta Dr. KH. Multazam Ahmad, MA., Ketua Ganas Annar MUI Jawa Tengah.

Dalam kesempatan ini, Brigjen Pol Agus Rohmat menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“BNN tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan dukungan dari masyarakat, termasuk ulama, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama melawan peredaran gelap narkoba,” ujarnya.

Baca Juga:  PLN Permudah Layanan, Pantau Listrik Cukup Lewat Kode Singkat

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita ke-7 dari pemerintahan Prabowo-Gibran, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul.

“Salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 adalah memastikan generasi muda terbebas dari jerat narkoba, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal untuk membangun bangsa. Dalam Islam, narkoba termasuk dalam kategori khamer dan harus dijauhi. Sudah pasti hukumnya haram, jangan pernah mendekatinya,” tegadnya.

“Kita juga harus bijak dalam memilih pergaulan, sebaiknya berteman dengan orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat,” tambahnya.

Baca Juga:  Jateng Boyong Enam Penghargaan Adinata Syariah 2026

Hal senada juga dikemukakan KH. Multazam Ahmad. Ia menegaskan bahwa dalam perspektif agama, narkoba merupakan zat yang diharamkan karena dampak negatifnya yang besar.

“Saya bekerja sama dengan BNN untuk memberikan informasi dan penyuluhan kepada siswa, mahasiswa, serta kelompok PKK, karena persoalan ini sangat serius,” ucapnya.

“Narkoba diharamkan karena mudaratnya yang besar, dan efek kecanduannya dapat menghancurkan masa depan seseorang. Oleh karena itu, saya mengingatkan agar jangan pernah mencoba, jangan mendekatinya, dan selalu berhati-hati,” imbuhnya.

Lebih lanjut, KH. Multazam menambahkan bahwa bagi seseorang yang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba, hal itu bisa dianggap sebagai tindakan bunuh diri.

“Allah Maha Penyayang, maka jangan dekati narkoba. Cari yang halal, jauhi yang haram,” pesannya sambil merujuk pada ayat dalam Surah An-Nisa.

Baca Juga:  Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Salah seorang peserta, Nur Khoirun, mahasiswa UIN Semarang, mengungkapkan bahwa informasi yang diperolehnya dari BNN sangat bermanfaat dalam memahami bahaya narkoba.

“Dengan informasi tersebut, saya kini lebih waspada terhadap berbagai modus penyebaran narkoba, terutama dalam memilih pergaulan,”terangnya.

Kolaborasi antara BNNP Jateng, MUI, dan masyarakat dalam kegiatan Tarhim ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kebijakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba. Dengan semakin kuatnya sinergi antara berbagai pihak, diharapkan upaya pencegahan narkoba dapat semakin efektif dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas
Diduga Jalankan Investasi Bodong, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Snatboost
Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz Terkait Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:41 WIB

10 PNS Pemprov Jateng Raih Beasiswa S2 dan S3 Skema “Cost Sharing” Bappenas

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:01 WIB

Diduga Jalankan Investasi Bodong, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Snatboost

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB