Hadapi Aktivitas Keuangan Ilegal, OJK Jateng dan TPAKD Wonosobo Gelar TOT Kader Literasi Keuangan

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 1 September 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Training of Trainers (TOT) Duta Literasi Keuangan bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, berlangsung di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, Senin (31/8/2026).

Kegiatan Training of Trainers (TOT) Duta Literasi Keuangan bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, berlangsung di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, Senin (31/8/2026).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Duta Literasi Keuangan bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Senin (31/8/2026). Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan, mengirimkan dua perwakilan sehingga ada sekitar 108 kader literasi keuangan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang literasi dan inklusi keuangan, sekaligus mendukung pelaksanaan Program Roadshow Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) di 15 kecamatan se-Kabupaten Wonosobo tahun 2026. Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Hidayat Prabowo, menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.

“Masyarakat perlu membiasakan diri untuk selalu menggunakan prinsip legal dan logis atau 2L. Sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan, pastikan legalitasnya dan pikirkan apakah penawarannya logis atau masuk akal,” tegas Hidayat.

Baca Juga:  Sudah Tak Layak dan Membahayakan, Pemkab Rembang Perbaiki Jembatan Kaliombo

Ia menjelaskan, edukasi tersebut menjadi semakin penting di tengah maraknya berbagai modus penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun aktivitas keuangan lainnya yang berpotensi merugikan masyarakat. Karena itu, para kader diharapkan tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga mampu menjadi sumber informasi yang benar dan membantu masyarakat mengenali serta menghindari aktivitas keuangan ilegal.

“Edukasi tidak cukup dilakukan di satu tempat. Kita perlu membangun jejaring sampai ke tingkat kecamatan agar informasi yang benar mengenai literasi dan inklusi keuangan bisa diterima masyarakat secara lebih luas,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan TOT dilatarbelakangi masih adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang dapat membuka celah terhadap maraknya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta judi online. Karena itu, penguatan kapasitas ASN dipandang penting agar mereka mampu menjadi rujukan informasi literasi keuangan yang benar bagi rekan kerja maupun masyarakat.

“Kita ingin para kader literasi keuangan ini tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Mereka akan menjadi kepanjangan tangan dalam memperluas edukasi keuangan hingga ke tingkat kecamatan dan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga:  BNNP Jateng Siapkan Mahasiswa Jadi Sobat ANANDA Bersinar, Dukung Zero Prevalensi Narkotika 2045

Ia menambahkan, keberadaan kader menjadi penting dalam menghadapi semakin beragamnya tawaran produk dan layanan keuangan, termasuk potensi aktivitas keuangan ilegal. Oleh karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk membedakan produk keuangan yang legal dan masuk akal sebelum mengambil keputusan.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi.

“Literasi keuangan ini sangat penting karena masyarakat harus memiliki pengetahuan yang cukup sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Jangan sampai masyarakat mudah tergiur dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan besar, tetapi justru berujung pada kerugian,” ujar Afif Nurhidayat.

Menurut Bupati, pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia berharap para peserta TOT dapat menjalankan perannya secara aktif sehingga edukasi literasi keuangan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk di tingkat kecamatan dan desa.

Baca Juga:  PPDI Kalikajar Pertahankan Gelar Juara PPDI Cup 2026

Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman dasar mengenai literasi dan inklusi keuangan, pengelolaan keuangan, serta prinsip Legal dan Logis (2L) sebelum menggunakan produk dan layanan keuangan. Peserta juga mendapatkan materi mengenai kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan judi online, termasuk langkah pencegahan serta pelaporan melalui Satgas PASTI.

Program TOT ini juga menjadi bagian dari pembentukan dan penguatan jejaring Kader Literasi Keuangan (KALIKA). Para kader dipersiapkan untuk membantu memobilisasi peserta sosialisasi, meningkatkan kapasitas dalam memahami dan menyampaikan materi literasi keuangan, serta mendorong kolaborasi antara Kader Literasi Keuangan, pemerintah kecamatan, TPAKD, OJK, dan perbankan.

Melalui sinergi TPAKD Kabupaten Wonosobo, OJK Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kecamatan, dan perbankan lokal, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga tingkat akar rumput serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Menteri Hukum Tutup Kongres XXIV INI, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Notaris
Pasti Ada Solusi Episode 22 Digelar di Semarang, Menkum: Kementerian Hukum Hadir sebagai Pelayan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OJK Perkuat Stabilitas dan Integritas Pasar Modal Melalui Tiga Langkah Stategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:24 WIB

OJK Jatuhkan Denda RP2,52 Triliun Terhadap Pelaku Pelanggaran Pasar Modal

Berita Terbaru