Laba Kuartal I Melonjak 111%, Solusi Bangun Indonesia Jaga Momentum Pertumbuhan di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

Avatar photo

- Reporter

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Distribusi yang efisien memperluas jangkauan pasar dan menopang kinerja Perseroan di tengah pemulihan industri.

Distribusi yang efisien memperluas jangkauan pasar dan menopang kinerja Perseroan di tengah pemulihan industri.

Pilarjateng.com, Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatat laba bersih periode kuartal I tahun 2026 sebesar Rp101,89 miliar, naik 111,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp48,22 miliar.

Capaian ini diperoleh di tengah kondisi industri semen yang mulai menunjukkan geliat pemulihan. Meski tingkat utilisasi industri semen domestik masih berada di kisaran 53,9% dibandingkan total kapasitas industri yang mencapai 124 juta ton.

Di tengah pemulihan pasar yang belum sepenuhnya solid, Perusahaan mampu menjaga pertumbuhan kinerja kuat melalui peningkatan penjualan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta menerapkan operational excellence dalam proses produksi.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas di tengah dinamika industri.

Baca Juga:  Demak Raih Nilai 739,98 dalam Verifikasi Administrasi Evaluasi KLA 2026

“Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menjaga momentum bisnis. Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Rizki Kresno Edhi Hambali, Kamis (30/4).

Pada kuartal pertama tahun 2026, Solusi Bangun Indonesia membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 2,92 juta ton, meningkat 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan penjualan tersebut turut mendorong pendapatan Perusahaan menjadi sebesar Rp2,56 triliun, atau tumbuh 3,6% YoY. EBITDA mencapai Rp358 miliar, naik 14,3% dari tahun 2025.

Dari sisi operasi, Perusahaan terus memperkuat optimalisasi produksi dan efisiensi energi, termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya mendorong operasi yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga:  Karnaval Kemerdekaan di Wonosobo Berlangsung Meriah, Satukan Semangat Pengabdian dan Pelestarian Lingkungan

Salah satu dampak inisiatif tersebut adalah diterimanya sertifikat Green Label predikat Platinum untuk Pabrik Lhoknga di Aceh, Pabrik Narogong di Jawa Barat dan Pabrik Cilacap di Jawa Tengah, serta sertifikat Green Label predikat Gold yang diterima untuk Pabrik Tuban di Jawa Timur.

Proyeksi Bisnis

Asperssi memproyeksikan penjualan semen di dalam negeri akan naik sekitar 1%-2% pada 2026. Kinerja positif yang dicapai Solusi Bangun Indonesia pada kuartal I 2026 menjadi momentum bagi Perusahaan untuk meneruskan tren pertumbuhan.

Selain optimalisasi pengelolaan pemasaran dan penjualan serta peningkatan operational excellence, Solusi Bangun Indonesia juga tengah mempersiapkan langkah ekspansi melalui ekspor dari fasilitas dermaga dan produksi di Tuban, Jawa Timur.

Dengan rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas pemuatan terintegrasi tersebut, Perusahaan akan segera memulai ekspor ke pasar Amerika Serikat. Peningkatan kapabilitas ini diyakini membuka akses ke pasar baru di luar permintaan domestik, sekaligus mendorong peningkatan utilisasi pabrik serta menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil.

Baca Juga:  OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026

“Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetap juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Rizki Kresno Edhie Hambali.

Pada tahun 2026, Perusahaan juga turut berkontribusi dalam sejumlah proyek strategis di antaranya perbaikan jalan Tol Pejagan – Pemalang menggunakan teknologi beton fast track yang memungkinkan percepatan waktu pengerjaan hanya dalam 3 hari. Selain itu, Perseroan juga terlibat dalam pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara di Subang, Jawa Barat sebagai bagian dari penguatan sektor manufaktur regional.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
P4N Lemhannas RI Kaji Ketahanan Energi Wonosobo

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Kamis, 10 September 2026 - 22:53 WIB

Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB