Laba Usaha Naik, Bupati Harno Ingatkan BKK Lasem Fokus pada Bisnis Utama

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 05:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Harno (baju batik) saat menghadiri kegiatan Undian Gelegar Tamades 2025 di salah satu hotel di jalur Pantura, Kamis (16/10).

Bupati Harno (baju batik) saat menghadiri kegiatan Undian Gelegar Tamades 2025 di salah satu hotel di jalur Pantura, Kamis (16/10).

Pilarjateng.com, Rembang – Bupati Rembang, Harno, mengingatkan jajaran PT. BPR BKK Lasem (Perseroda) agar tetap fokus pada bisnis intinya sebagai lembaga penyalur kredit, dan tidak tergoda membuka usaha di luar bidang keahliannya. Hal itu disampaikan Bupati Harno saat menghadiri kegiatan Undian Gelegar Tamades 2025 di salah satu hotel di jalur Pantura, Kamis (16/10) malam.

Menurut Harno, BKK Lasem selama ini telah berperan besar dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pembiayaan sektor mikro dan kecil. Karena itu, perlu menjaga fokus agar kinerja tetap stabil dan terhindar dari risiko kerugian akibat diversifikasi usaha yang tidak dikuasai.

“Karena BKK Lasem spesialisnya adalah menyalurkan pinjaman, kalau belum kuat beneran jangan coba-coba membuka usaha lainnya. Karena usaha lainnya apabila belum ahlinya itu bisa berisiko,” ujarnya.

Baca Juga:  Satpol PP Rembang dan Bea Cukai Sita 1.716 Batang Rokok Ilegal di Tiga Lokasi

Harno mencontohkan pengalamannya pribadinya dalam menjalankan bisnis di luar bidang yang dikuasai. Alih-alih berharap mendapatkan keuntungan, bisnis tersebut justru berakhir gulung tikar.

“Contohnya saya sendiri, saya bisa spekulasi bermacam-macam bisnis, tapi kalau tidak ahlinya, gilingan batu terbesar punya saya tak tutup, karena memang tidak ahlinya,” imbuhnya.

Harno menegaskan, usaha akan berkembang dan menghasilkan keuntungan tinggi jika ditangani oleh pihak yang memang ahli di bidangnya. Sebaliknya, jika dikelola tanpa pengalaman dan pengetahuan memadai, potensi kerugian justru besar.

“Makanya untuk BKK Lasem, kalau tidak ahlinya jangan coba-coba buka usaha lain, kecuali posisi keuangannya kuat. Bahkan sudah dibuktikan sendiri oleh BUMD PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang mencoba banyak usaha tapi tidak jalan,” bebernya.

Acara Undian Gelegar Tamades 2025 malam itu berlangsung meriah. Ratusan nasabah dari berbagai cabang hadir menyaksikan langsung pengundian hadiah spektakuler, mulai dari sepeda motor hingga hadiah utama satu unit mobil Toyota Avanza.

Baca Juga:  Polres Wonosobo Ungkap Perampokan SPBU Selokromo, Sita Senpi Rakitan dan Uang Rp467 Juta

Kegiatan tahunan ini menjadi bentuk apresiasi BKK Lasem kepada para nasabah setia sekaligus ajang mempererat hubungan antara bank daerah dengan masyarakat.

“Alhamdulillah acaranya sangat meriah. Yang dapat hadiah utama malah tidak hadir, inilah rezeki. Sedangkan yang berharap dapat dan hadir langsung malah belum beruntung. Tapi tetap harus sabar dan bersyukur,” ucap Harno.

Sementara itu, Direktur PT. BPR BKK Lasem (Perseroda), Herry Setyo Nugroho, menyampaikan kinerja perusahaan hingga 30 September 2025 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, terutama pada penyaluran kredit dan laba usaha, meski total aset dan dana pihak ketiga sedikit menurun.

Herry menjelaskan, total aset per September 2025 tercatat Rp636,89 miliar atau 92,5 persen dari posisi Desember 2024. Penurunan juga terjadi pada penghimpunan dana masyarakat sebesar Rp51,38 miliar menjadi Rp562,59 miliar.

Baca Juga:  Ratusan Siswa SMA Negeri Lasem Tumbang, Diduga Usai Santap Menu MBG

“Penurunan ini imbas dari rush money di salah satu lembaga keuangan non-bank di wilayah Rembang. Namun situasi kini mulai pulih,” ujarnya.

Tanda pemulihan terlihat pada triwulan ketiga 2025, di mana dana masyarakat justru naik Rp5,74 miliar dibanding Juni. Sementara penyaluran kredit meningkat menjadi Rp520,99 miliar atau tumbuh 1,24 persen dengan 8.342 rekening. Yang menggembirakan, laba usaha naik dari Rp3,29 miliar menjadi Rp3,55 miliar atau tumbuh 7,88 persen.

“Kenaikan laba ini menunjukkan efisiensi dan pengelolaan yang semakin baik. Kami tetap fokus memperkuat penyaluran kredit dan menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkas Herry.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang
Pelajar di Demak Tewas Akibat Luka Tusuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB