Triwulan I, Produksi Padi di Jateng Capai 4,6 Juta Ton

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, 
memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026, di Kantor Gubernur Jateng, Senin (4/5/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026, di Kantor Gubernur Jateng, Senin (4/5/2026).

Pilarjateng.com, Semarang – Produktivitas padi di Jawa Tengah periode Januari sampai April 2026 sudah mencapai 4.696.422 ton, atau sekitar 44,48% dari target 10,5 juta ton. Diperkirakan target tersebut dapat dicapai pada akhir tahun 2026.

“Angka ini sudah sama dengan angka Badan Pusat Statistik (BPS). Jadi ini realisasi yang terjadi di lapangan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, saat Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026, di Kantor Gubernur Jateng, Senin (4/5/2026).

Baca Juga:  Apel Pembinaan Pegawai, Bupati Wonosobo Apresiasi Kinerja ASN dan Serahkan Sejumlah Penghargaan

Frans menjelaskan, puncak musim panen pada awal 2026 diperkirakan pada Mei. Dia juga optimistis target 10,5 juta ton tahun ini dapat dicapai pada September 2026.

“Setelah musim tanam pertama tersebut selesai, akan langsung dilakukan percepatan tanam. Makanya, fokus kami sekarang adalah melakukan dropping benih,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Demak Dorong Pelajar Tak Mudah Terjebak Konten Deepfake

Terkait capaian tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan, untuk terus melakukan pemantauan. Sebab, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akan ada musim kemarau panjang. Dia berharap, musim kemarau ini tidak berpengaruh pada kreativitas petani.

Baca Juga:  Peringati Hari Pengayoman ke-81, Kemenkum Teguhkan Pelayanan Hukum yang Dekat dengan Masyarakat

“Jadi terus lakukan pantauan dan pemetaan,” ucap Luthfi, saat memberikan arahan.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga meminta agar kesiapan menghadapi musim kemarau terus dilakukan. Terutama terkait kebutuhan air baku dan irigasi bagi petani. Pengecekan embung dan saluran irigasi terus dilakukan, agar saat musim kemarau tiba petani tidak kesulitan mendapatkan air.

 

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata
Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan
Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo
HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal
Pemkab Wonosobo Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Waka BGN Ancam Tutup Permanen SPPG Tak Layak di Rembang

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:16 WIB

Bappenas Dorong Pengembangan SAEEC dan DAS Serayu, Wonosobo Siapkan Proyek Terpadu Berbasis Energi, Pangan, Air, dan Pariwisata

Jumat, 11 September 2026 - 18:52 WIB

Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Empat Anak Diamankan

Jumat, 11 September 2026 - 18:32 WIB

Polres Demak dan Wartawan Salurkan Air Bersih ke Ponpes Giri Kesumo

Jumat, 11 September 2026 - 16:40 WIB

HAORNAS 2026, Bupati Wonosobo Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2026 - 09:54 WIB

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB