Akhir 2024, Sektor Jasa Keuangan Jateng Stabil

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 25 Desember 2024 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah.

Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah.

Pilarjateng.com, Semarang – Memasuki akhir tahun 2024, Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Jateng menilai sektor jasa keuangan di provinsi ini dalam kondisi stabil. Hal ini didukung dengan dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga.

Kepala OJK Jateng, Sumarjono mengatakan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,44 persen secara year on year(yoy) menjadi Rp 470,29 triliun. Sementata, kredit yang disalurkan tumbuh 5,12 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 423,84 triliun dengan risiko kredit sebesar 5,63 persen.

“Perkembangan kinerja bank umum di Jateng per Oktober 2024 mencapai Rp430,20 triliun atau tumbuh 7,82% (yoy). Sementara, total kredit bank umum mencapai Rp 385,5 triliun atau tumbuh sebesar 5,5 persen (yoy),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa(24/12/2024).

Baca Juga:  OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Ia menyebut, Non-Performing Loan(NPL) bank umum di Jateng sebesar Rp 17,89 triliun. Meski demikian, pencadangan kredit bermasalah cukup baik sehingga rasio NPL Netto terjaga di angka 4,64 persen.

Untuk perkembangan kinerja BPR, Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR/S di Jateng tumbuh 3,47 persen (yoy) sebesar Rp 40,09 triliun. Total kredit BPR/S mencapai Rp38,34 triliun naik 1,37 persen (yoy).

Kemudian, dalam perkembangan kinerja perbankan syariah, DPK tumbuh 13,14 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp37,10 triliun. Pembiayaan yang disalurkan tumbuh sebesar 13,83 persen (yoy) dengan nominal Rp 32,41 triliun dan rasio NPF 5,48 persen.

Baca Juga:  OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Pada sektor industri keuangan non-bank(IKNB) per Oktober 2024, nilai piutang pembiayaan pada perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 3,07 persen (yoy). Nominalnya mencapai Rp 33,59 triliun dengan NPF sebesar 2,97 persen.

“Namun, modal ventura mengalami penurunan penyaluran sebesar 9,52 persen(yoy) dengan nominal Rp 1,02 triliun. Sebaliknya, aset Dana Pensiun di Jateng tumbuh 5,31 persen (yoy) yang mencapai Rp 6,88 triliun,” kata Soemarsono.

Perusahaan Penjaminan pada Oktober 2024 juga mencatatkan peningkatan aset menjadi sebesar Rp 522 miliar. Peningkatan ini mencapai 9,68 persen (yoy) dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp 4,33 triliun.

Baca Juga:  OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Ia menambahkan, Jateng tercatat memiliki Lembaga Keuangan Mikro (LKM) terbanyak secara nasional, yakni sebanyak 112 LKM. Penyaluran pinjaman yang diberikan mencapai Rp 470 milliar atau tumbuh 5,06 persen (yoy) dengan jumlah aset sebesar Rp 736 miliar.

Sementara itu, transaksi Pasar Modal di Jateng didominiasi oleh investor individu. Jumlah Single Investor Identification(SID) Saham mencapai 724.529 investor pada Oktober 2024 dengan nilai transaksi Rp 12.513 triliun.

“Jumlah SID reksadana dan SBN juga meningkat. Masing-masing 15,57 persen dan 20,65 persen,” ucap Soemarsono.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang
OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi
Perkuat Ekonomi Petani dan Perajin Lokal, Pemkab Wonosobo Percepat Hilirisasi Opak Singkong Desa Cledok
OJK Dorong PSP Perkuat Fundamental dan Transformasi BPR/BPRS di Jateng dan DIY
OJK Terbitkan Dua POJK Mengenai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Kapulaga Dorong Keluarga Naik Kelas dari Keterampilan hingga Akses Pasar
BI Jateng dan Pemkab Wonosobo Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:33 WIB

OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:59 WIB

OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Jumat, 25 September 2026 - 13:11 WIB

Perkuat Ekonomi Petani dan Perajin Lokal, Pemkab Wonosobo Percepat Hilirisasi Opak Singkong Desa Cledok

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WIB

OJK Dorong PSP Perkuat Fundamental dan Transformasi BPR/BPRS di Jateng dan DIY

Minggu, 20 September 2026 - 23:28 WIB

OJK Terbitkan Dua POJK Mengenai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Berita Terbaru