Menjelang Idul Fitri 2025, Inflasi Wonosobo Alami Penurunan

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 18 Maret 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Wonosobo, Joko Widodo, saay mengunjungi pasar tradisional Wonosobo, Senin (17/3).

Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Wonosobo, Joko Widodo, saay mengunjungi pasar tradisional Wonosobo, Senin (17/3).

Pilarjateng.com, Wonosobo – Untuk memantau dan mengendalikan angka inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan langkah-langkah strategis guna menjaga kestabilan harga bahan pokok dan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Wonosobo, inflasi bulan Februari 2025 tercatat 0,12% atau mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan Januari 1,28%. Sementara itu, angka deflasi tercatat 0,62%, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Wonosobo tetap terkendali.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Wonosobo, Joko Widodo, mengungkapkan, salah satu faktor yang mempengaruhi inflasi adalah harga bahan pokok, terutama yang bersumber dari produk hortikultura seperti cabai. Untuk itu, TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Wonosobo telah melakukan pemantauan intensif terhadap harga bahan pokok di tiga pasar utama, yakni Pasar Induk, Pasar Kertek, dan Pasar Garung. 

Baca Juga:  OJK Dorong Penguatan BPR Milik Pemda Melalui Kelompok Usaha Bersama

“Hasil pemantauan menunjukkan, meskipun ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, namun ketersediaan barang tetap mencukupi dan harga masih berada dalam batas wajar, seperti komuditas cabai,”  ujarnya, Senin (17/3).

“Pemantauan harga ini penting untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan berbagai langkah, termasuk pengecekan ketersediaan BBM dan LPG untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi kesulitan,” tambahnya.

Baca Juga:  Kapulaga Dorong Keluarga Naik Kelas dari Keterampilan hingga Akses Pasar

Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga kestabilan pasokan, Pemkab Wonosobo juga akan menggelar pasar murah (GPM) bekerjasama dengan dinas perdagangan, koperasi, dan UMKM. Dengan GPM, diharapkan dapat menekan harga-harga komoditas yang mengalami lonjakan tajam, seperti cabai dan bahan pokok lainnya. 

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga berfokus pada kerjasama antar daerah untuk mengoptimalkan distribusi komoditas, terutama bahan pokok yang mengalami kekurangan di wilayah Wonosobo.

“Kerjasama dengan daerah penghasil komoditas hortikultura lainnya menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan harga di pasar,” ungkanya.

Sementara itu, dalam rangka menghadapi arus mudik dan libur Idul Fitri, Pemkab Wonosobo telah mempersiapkan berbagai langkah, seperti koordinasi lintas sektoral, pengamanan posko, serta rekayasa lalu lintas guna memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik dan wisatawan. Tim medis juga siap memberikan pelayanan kesehatan untuk menjaga keselamatan warga dan pemudik selama periode liburan.

Baca Juga:  BI Jateng dan Pemkab Wonosobo Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

“Semua persiapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat Wonosobo dan para pemudik dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang, aman, dan nyaman,” tegas Joko Widodo.

“Pemkab Wonosobo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan bekerjasama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok selama periode hari raya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Kapulaga Dorong Keluarga Naik Kelas dari Keterampilan hingga Akses Pasar
BI Jateng dan Pemkab Wonosobo Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan
OJK Dorong Penguatan BPR Milik Pemda Melalui Kelompok Usaha Bersama
OJK Restui Merger Dua Kelompok BPR di Jateng, Perkuat Industri dan Pembiayaan UMKM
OJK: Penyaluran Kredit Perbankan Kembali Mencatat Akselerasi pada Juni 2026
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK,  Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
Lawan Judi Online dan Pinjol Ilegal, Jateng Perkuat Literasi Keuangan hingga Desa

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 05:21 WIB

Kapulaga Dorong Keluarga Naik Kelas dari Keterampilan hingga Akses Pasar

Selasa, 8 September 2026 - 18:35 WIB

BI Jateng dan Pemkab Wonosobo Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:52 WIB

OJK Dorong Penguatan BPR Milik Pemda Melalui Kelompok Usaha Bersama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:20 WIB

OJK Restui Merger Dua Kelompok BPR di Jateng, Perkuat Industri dan Pembiayaan UMKM

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:18 WIB

OJK: Penyaluran Kredit Perbankan Kembali Mencatat Akselerasi pada Juni 2026

Berita Terbaru

Tim Gabungan kembali menggelar operasi rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (10/9/2026).

Daerah

Tim Gabungan Wonosobo Amankan 2.188 Batang Rokok Ilegal

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:54 WIB