Museum Desa, Destinasi Wisata Baru di Borobudur

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 27 Desember 2024 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Museum Desa dan Galeri Seni, Destinasi Wisata Baru di Borobudur

Museum Desa dan Galeri Seni, Destinasi Wisata Baru di Borobudur

Pilarjateng.com, Magelang – Sebuah destinasi wisata baru berdiri di wilayah Candi Borobudur, tepatnya di Desa Karangrejo Kabupaten Magelang. Yakni Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur, yang menampilkan edukasi sejarah kehidupan masyarakat pedusunan masa lampau dalam kekinian.

Peresmian Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur tersebut berlangsung Kamis (26/12/2024), diawali dengan aksi teatrikal barong kuda lumping oleh sejumlah seniman, dilanjut dengan melukis mural pada mobil.

Pengelola Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur, Umar Chusaini mengatakan Museum Desa ini menjadi salah satu destinasi baru yang tentunya akan memberikan sebuah nilai edukasi kepada wisatawan dan generasi muda.

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Diharapkan Mampu Perkuat Perekonomian Desa

“Isi dari Museum Desa menggambarkan kehidupan masa lalu, peninggalan nenek moyang sebelum Indonesia merdeka. Seperti bentuk rumah petani Jawa, joglo limasan, berbagai peralatan pertanian, perabot rumah tangga, pusaka, kitab kuno dan lainnya,” ujar Umar Chusaini.

“Apa yang ada di desa, terutama Karangrejo juga ditampilkan di museum ini. Rumah petani rumah masyarakat biasa itu bisa dilihat langsung di Museum Desa ini,” tambahnya.

Dijelaskan Umar, selain menampilkan ribuan koleksi benda benda kuno yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Borobudur dan sekitarnya. Museum Desa juga memajang berbagai karya seni hasil karya para seniman saat ini. 

Baca Juga:  Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Semua karya seni itu, menurut Umar merupakan suatu kebanggaan dari kreatifitas dan imajinasi seniman di sekitar Candi Borobudur, seperti patung Buddha terkecil, keris terkecil, patung dan berbagai lukisan kanvas.

“Ada benda benda seni yang lain dari seniman yang tinggal di Borobudur dan sekitarnya,” ucapnya.

Umar menceritakan, bahwa semua yang dipamerkan merupakan koleksi pribadi dari proses panjang selama puluhan tahun. Sedangkan koleksi paling tua yang dipamerkan sementara ini adalah buku tulisan tangan beraksara Jawa kuno yang diperkirakan sejak abad ke 17 dari daerah Temanggung. 

“Kemudian muncul ide untuk membuat museum desa ini karena sangat dibutuhkan untuk generasi yang akan datang,” jelas Umar.

Baca Juga:  Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal

Karena semua benda yang dipajang berusia tua dan butuh biaya perawatan, maka pihak pengelola Museum Desa berencana menerapkan tiket masuk yang cukup terjangkau yakni sekitar Rp20.000/orang. Namun demikian pengunjung akan dimanjakan dengan nostalgia dan pengetahuan berbagai sejarah leluhur dari dusun-dusun yang kini sulit didapatkan.

“Pertama kali tahu ada museum desa. Apalagi ini seperti suasana zaman dulu banget. kita seperti dibikin kagum tak cuma tempat bisa untuk foto foto tapi ada edukasinya,” kata Noer Ayudia Ajeng, salah satu pengunjung Museum Desa.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik
Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang
Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat
Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi
OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz Terkait Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan
Jateng dan Fujian Tiongkok Teken Dua Kesepakatan Strategis
Razia Gabungan di Sulang, Petugas Sita 25.200 Batang Rokok Ilegal

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Rembang Luncurkan Elektronifikasi Transaksi Pemda Melalui Pembayaran Elektronik

Senin, 27 Juli 2026 - 21:25 WIB

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:02 WIB

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

Sekda Jateng Tegaskan Pentingnya Kualitas Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pisowanan Agung, Merawat Warisan Leluhur Menyatukan Langkah Menuju Wonosobo Loh Jinawi

Berita Terbaru

Bupati Rembang, Harno menjadi pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang di Alun-Alun Rembang, Senin (27/7).

Daerah

Masa Kerja PPPK Pemkab Rembang Tahap 2 Diperpanjang

Senin, 27 Jul 2026 - 21:25 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan masyarakat agCegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obatar lebih cerdas dalam memilih obat.

Daerah

Cegah Penyakit, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Obat

Sabtu, 25 Jul 2026 - 23:02 WIB