OJK: Hingga Maret 2026 Sektor Keuangan Jateng Stabil

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 16 April 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah dan DIY, Hidayat Prabowo (tengah) saat diwawancarai wartawan di kantornya, Rabu (8/4).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah dan DIY, Hidayat Prabowo (tengah) saat diwawancarai wartawan di kantornya, Rabu (8/4).

Pilarjateng.com, Semarang – Sektor jasa keuangan di Jawa Tengah hingga Maret 2026 tetap stabil dengan pertumbuhan kredit yang positif. Namun, tantangan kualitas kredit, khususnya pada sektor UMKM, masih menjadi perhatian utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut dikemukakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah dan DIY, Hidayat Prabowo kepada wartawan, Kamis (9/4).


Meskipun stabil, menurutnya, perhatian terhadap kualitas kredit, khususnya pada sektor UMKM, masih menjadi prioritas utama.

“Pertumbuhan kredit tercatat positif, yakni sekitar 9 persen, dengan kondisi likuiditas perbankan yang masih memadai.Jadi secara umum stabil, pertumbuhan kredit juga masih baik, dan likuiditas cukup,” ujar Hidayat.

Baca Juga:  OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi


Menurutnya, struktur ekonomi Jawa Tengah yang didominasi oleh UMKM membuat sektor ini sangat berpengaruh terhadap kinerja perbankan, khususnya dalam menjaga kualitas kredit.

“Karena ketergantungan terhadap UMKM cukup tinggi, maka kondisi bisnis UMKM sangat berdampak terhadap kualitas kredit perbankan,” jelasnya.

Untuk itu, pada 2026, OJK Jateng-DIY menyiapkan strategi khusus guna menekan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

Baca Juga:  OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Langkah tersebut difokuskan pada pengendalian NPL agar tidak meningkat, sekaligus memperbaiki kredit bermasalah yang sudah ada secara bertahap.

Hidayat menyebut, secara umum rasio NPL di Jawa Tengah masih berada di bawah 5 persen. Namun, pada segmen tertentu seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR), angka tersebut masih relatif lebih tinggi dan menjadi perhatian.

Ia juga mengakui bahwa dampak pandemi COVID-19 masih terasa, terutama bagi pelaku UMKM. Program restrukturisasi kredit yang telah berjalan dinilai belum sepenuhnya mampu memulihkan kondisi sektor tersebut.

Baca Juga:  OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Selain penguatan sektor perbankan, OJK juga mendorong pengembangan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan bagi dunia usaha di daerah.

“Pasar modal bisa menjadi salah satu alternatif pembiayaan selain perbankan,” ungkap Hidayat.

Sementara itu dari sisi investor, Hidayat menjelaskan, bahwa minat masyarakat terhadap pasar modal terus menunjukkan peningkatan, terutama dari kalangan generasi muda. Instrumen seperti reksa dana dinilai menjadi pilihan awal yang tepat bagi investor pemula karena dikelola oleh manajer investasi yang diawasi OJK.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang
OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi
Perkuat Ekonomi Petani dan Perajin Lokal, Pemkab Wonosobo Percepat Hilirisasi Opak Singkong Desa Cledok
OJK Dorong PSP Perkuat Fundamental dan Transformasi BPR/BPRS di Jateng dan DIY
OJK Terbitkan Dua POJK Mengenai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Kapulaga Dorong Keluarga Naik Kelas dari Keterampilan hingga Akses Pasar
BI Jateng dan Pemkab Wonosobo Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:33 WIB

OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:59 WIB

OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Jumat, 25 September 2026 - 13:11 WIB

Perkuat Ekonomi Petani dan Perajin Lokal, Pemkab Wonosobo Percepat Hilirisasi Opak Singkong Desa Cledok

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WIB

OJK Dorong PSP Perkuat Fundamental dan Transformasi BPR/BPRS di Jateng dan DIY

Minggu, 20 September 2026 - 23:28 WIB

OJK Terbitkan Dua POJK Mengenai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Berita Terbaru