Pendidikan Terbatas, Pengurus Koperasi Purna Migran Sejahtera Belajar Manajerial

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 28 Februari 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Koperasi Purna Migran Sejahtera sedang mengiluti pelatihan manajerial.

Pengurus Koperasi Purna Migran Sejahtera sedang mengiluti pelatihan manajerial.

Pilarjateng.com, Wonosobo – Koperasi Purna Migran Sejahtera (KPMS), sebagian besarpengurusnya berasal dari kalangan pekerja migran denganlatar belakang pendidikan yang terbatas. Hal inimempengaruhi kemampuan mereka dalam melakukanpencatatan aset dan pengelolaan finansial yang memadai.

Mengatasi hal tersebut, Migrant Care bekerja sama denganYayasan SARI Surakarta mengadakan pelatihan manajerialbisnis koperasi bagi pengurus Koperasi Purna MigranSejahtera (KPMS). Pelatihan  dilaksanakan di Hotel Front One Harvest, selama dua hari (26-27/2/2025), diikuti 20 orang pengurus.

Ketua Yayasan SARI, Tri Hananto mengatakan, Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo. Harapannya, pengurus KPMS dapatmengelola koperasi ini dengan lebih baik. Selain itu, disampaikan pula bahwa mereka akan mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang kedua. Hal ini, menjadi tolak ukur untuk menilai sejauh mana perkembangan koperasi yang telah memiliki lebih dari 220 anggota purnamigran se-Kabupaten Wonosobo.

Baca Juga:  Sudah Tak Layak dan Membahayakan, Pemkab Rembang Perbaiki Jembatan Kaliombo

Harapannya, nelalui pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan. Juga akan memperkuatkeberadaan koperasi sebagai pendorong perekonomian lokal, serta meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi yang sebagian besar berasal dari keluarga purna pekerja migran.

“Koperasi KPMS terus berupaya menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, yang dapat mengurangi ketergantungan pada migrasi, dan menciptakan peluang usaha di daerah asal para purnamigran,” jelasnya. 

Sebagai pilar utama UMKM di 10 desa kantong migran yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi), KPMS memainkan peran penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal. 

Sebagian besar usaha yang dijalankan oleh para purna migran di daerah ini diawali dari hasil remitansi. Melaluikoperasi, mereka mendapatkan akses permodalan yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan usaha dan mengurangi angka migrasi. 

Baca Juga:  Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

“Koperasi KPMS yang didirikan pada tahun 2022, hadir sebagai solusi bagi para purna migran yang kesulitan mengakses permodalan di lembaga keuangan konvensional,” terang Tri Hananto.

Beberapa desa yang tergabung dalam Desbumi antara lain Kuripan dan Gondang di Kecamatan Watumalang, Lipursari dan Manggis di Kecamatan Leksono, serta Bojasari, Ngadikusuman, Sindupaten di Kecamatan Kertek, Mergosari, Sukoharjo, dan Rogojati di Kecamatan Sukoharjo.

Salah satu pengurus dari desa Rogojati, Yayuk bercerita, bahwa kegiatan koperasi ini mencakup sektor riil seperti pengadaan bahan baku untuk produksi UMKM, pemasaranproduk, serta simpan pinjam. 

Menurunya, tantangan utama yang dihadapi oleh koperasi KPMS adalah pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, karena sebagian besar pengurus koperasi berasal dari kalangan pekerja migran dengan latar belakang pendidikan yang terbatas. Hal ini mempengaruhi kemampuan mereka dalam melakukan pencatatan aset dan pengelolaan finansial yang memadai.

Baca Juga:  HUT TNI Ke-81, Kapolres Demak Sambangi Dandim 0716

“Kami tidak mengenyam pendidikan tinggi, sehingga sulitbagi kami melakukan pencatatan aset menggunakan standar akuntansi,” ungkap Yayuk.

Pelatihan manajerial ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada para pengurus KPMS, agar merekadapat meningkatkan kapasitas pengelolaan koperasi dan memperbaiki pencatatan aset serta laporan keuangan secaraprofesional. Dengan begitu, koperasi KPMS dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak yang lebih besar bagi purna migran dan keluarga mereka.

“KPMS berkomitmen untuk terus mengembangkanperekonomian berbasis komunitas ini dan memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup para purna migran dan keluarganya,” pungkas Yayuk.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026
Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko
Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi
Wakapolres Demak Pimpin Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Status Karhutla Gunung Sumbing Ditetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Wonosobo Siagakan Ratusan Personel Gabungan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:53 WIB

Razia Rokok Ilegal di Rembang, Petugas Sita 19.360 Batang dari Dua Toko

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Karhutla Gunung Lawu Tersisa Satu Titik Api, Gubernur Jateng Minta Relawan Tetap Siaga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Cek Kesiapan Personel, Polres Wonosobo Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2026

Berita Terbaru