PLN Dukung Kemandirian Peternak Boyolali Lewat Listrik Andal

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 28 Mei 2025 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyalaan sambungan listrik baru dengan daya 164 kilo Volt Ampere (kVA) untuk UD. Pramono, salah satu pengepul susu sapi terbesar di Boyolali, Selasa (20/5/2025).

Penyalaan sambungan listrik baru dengan daya 164 kilo Volt Ampere (kVA) untuk UD. Pramono, salah satu pengepul susu sapi terbesar di Boyolali, Selasa (20/5/2025).

Pilarjateng.com, Boyolali – Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jateng & DIY kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor agrikultur melalui program Electrifying Agriculture. Hal ini diwujudkan melalui penyalaan sambungan listrik baru dengan daya 164 kilo Volt Ampere (kVA) untuk UD. Pramono, salah satu pengepul susu sapi terbesar di Boyolali, Selasa (20/5/2025).

UD. Pramono merupakan pengepul susu sapi terbesar di Boyolali, mengelola hingga 20.000 liter susu segar per hari dari lebih dari 1.500 peternak yang tersebar di wilayah Boyolali dan Klaten. Usaha ini juga berperan aktif dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memasok susu ke berbagai desa wisata di sekitarnya.

Dalam rangka menguatkan sinergi antar lembaga sekaligus meninjau langsung dampak dari program Electrifying Agriculture, lokasi ini dikunjungi oleh Direktur Retail & Niaga PT PLN (Persero), General Manager PLN UID Jateng & DIY, serta Ketua Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) Kementerian Keuangan RI.

Baca Juga:  OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

“Selain melistriki UD. Pramono, jalur listrik yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh penggerak usaha-usaha lain, sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas dan perekonomian masyarakat sekitar,” ungkap Ketua Komwasjak Kementerian Keuangan RI, Amien Sunaryadi dalam sambutannya.

Ia berharap PLN dapat memperluas identifikasi potensi-potensi usaha yang membutuhkan listrik, sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi maupun perindustrian masyarakat sekitar.

“Melalui program Electrifying Agriculture, kami berharap para peternak dapat menekan biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan menjadikan listrik sebagai penopang pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan,” ujar Edi Srimulyanti, Direktur Retail & Niaga PT PLN (Persero).

General Manager PLN UID Jateng & D.I. Yogyakarta, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa perluasan listrik ke sektor agrikultur seperti ini adalah bentuk nyata kehadiran PLN dalam mendorong pemerataan energi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Baca Juga:  OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

“PLN tidak hanya melistriki pelanggan, tetapi juga membawa energi perubahan untuk desa. Perluasan jaringan listrik di Desa Singosari ini membuktikan bahwa dengan kerja sama semua pihak, energi bisa menjangkau sektor produktif masyarakat dan mendorong kemandirian desa,” ujar Sugeng Widodo.

Pembangunan jaringan listrik ke UD. Pramono bukan tanpa tantangan. Sejak awal November 2024, PLN melakukan berbagai koordinasi intensif dengan Pemkab Boyolali, perangkat desa, hingga instansi teknis seperti DLH dan Dinas PU untuk perizinan penanaman tiang dan pemangkasan pohon.

Proses pembangunan jaringan 3 phasa sepanjang 1.600 meter ini harus melewati jalur ekstrem yang melibatkan dua desa dan ruas jalan kabupaten, serta memastikan jalur tetap aman dari gangguan eksternal.

Berkat sinergi semua pihak dan semangat melayani, pekerjaan fisik berhasil diselesaikan hanya dalam 17 hari kerja efektif. Peningkatan jaringan ini tidak hanya bermanfaat bagi UD. Pramono, tapi juga meningkatkan keandalan listrik seluruh desa, dari 1 phasa menjadi 3 phasa, sehingga membuka peluang baru bagi UMKM, petani, dan pelaku industri rumahan.

Baca Juga:  OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Pramono, pemilik UD. Pramono, menyampaikan, bahwa dampak langsung dari konversi energi ke listrik PLN yang telah dimanfaatkan sejak Januari 2025. Dengan beralih ke listrik PLN, biaya produksinya turun lebih dari 70%, proses produksi lebih lancar, pelayanan konsumen meningkat, dan penggunaan minyak solar berkurang drastis, yang juga berdampak positif terhadap lingkungan.

Hingga April 2025, telah ada 496 pelaku usaha agrikultur di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang merasakan manfaat program Electrifying Agriculture.

Dengan semangat Hari Lahir Pancasila yang mengedepankan keadilan sosial dan gotong royong, PLN terus bertransformasi menjadi mitra pembangunan desa dan sektor produktif masyarakat melalui energi yang andal, bersih, dan terjangkau.

Follow WhatsApp Channel pilarjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang
OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi
Perkuat Ekonomi Petani dan Perajin Lokal, Pemkab Wonosobo Percepat Hilirisasi Opak Singkong Desa Cledok
OJK Dorong PSP Perkuat Fundamental dan Transformasi BPR/BPRS di Jateng dan DIY
OJK Terbitkan Dua POJK Mengenai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga di Triwulan III 2026
Kapulaga Dorong Keluarga Naik Kelas dari Keterampilan hingga Akses Pasar
BI Jateng dan Pemkab Wonosobo Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:33 WIB

OJK Setujui Penggabungan Dua BPR di Magelang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:59 WIB

OJK Jateng Dorong Penguatan Kualitas Kredit BPR/S Melalui Peningkatan Efektivitas Eksekusi Strategi

Jumat, 25 September 2026 - 13:11 WIB

Perkuat Ekonomi Petani dan Perajin Lokal, Pemkab Wonosobo Percepat Hilirisasi Opak Singkong Desa Cledok

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WIB

OJK Dorong PSP Perkuat Fundamental dan Transformasi BPR/BPRS di Jateng dan DIY

Minggu, 20 September 2026 - 23:28 WIB

OJK Terbitkan Dua POJK Mengenai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Berita Terbaru